Bokubitch chap 1 B. Indonesia

Chapter 1 Tidak mungkin ada dua Pelacur Besar di kelasku
Diterjemahkan oleh I-Fun Novel




Dalam kelas, pada pagi hari disekitar waktu ketika para siswa berangkat ke sekolah, pikiranku menyimpulkan sendiri tentang pelacur.

Sudah setengah bulan sejak diriku mulai mendaftar di SMA Urotan. Sekolah yang mengkhususkan untuk persiapan pergi ke perguruan tinggi yang terkenal dalam prefektur*.
[Kalo di Indonesia, namanya Provinsi]

Duduk di kursi depan dekat jendela, aku terbungkus seragam musim panas baru dan menatap seorang gadis tertentu.

"Ikuno-kun, kau mendengarkan?"

Gadis cantik dengan rambut hitam panjang, sedang berdiri di hadapanku sambik melihat dengan senyum pahit.

Di karenakan pupilku yang meliriknya, menyebabkan diriku jatuh tenggelam dalam pikiran tentang pelacur.

"Y-Ya, aku men---....Uh, Shinonome-san, kau terlalu dekat, kan? "

"Ah, maaf!!"

Sang ketua kelas, Shinonome Ibuki. Pipinya memerah bersamaan dengan dirinya yang menjauh.

"Kau tidak mengatakan apapun, jadi aku sempat berpikir kau merasa tidak enak badan...."

Dia memiliki mata yang jelas dan lembut meskipun itu sedikit miring. Penampilannya sangat seperti lukisan maestro. Rambut hitam mengkilap yang memanjang sampai pinggang dengan indah. Ditambah pita putih Alice dengan mawar biru membuatnya terlihat lebih menarik.

"Nah, tidak juga. Lagi pula, apa yang kau butuhkan? "

"Eh....Jadi kau memang tidak mendengarkan ya"

"Um, yah....eh, maaf"

"Ufufu, itu baik-baik saja. Aku akan menjelaskannya lagi"

Dia yang populer dan baik kepada siapa pun, tersenyum lembut dan menyisir rambutnya menggunakan tangan dengan cara elegan.

Satu-satunya putri konglomerat Shinonome, seseorang yang mengurusi sekolah---inilah dia, Shinonome Ibuki.

Dia perempun yang sangat tepat disebut 'Lembut', memiliki kepribadian yang baik, dan siswa kehormatan terkenal pertama di sekolah, juga bagus dalam olahraga. Dia tak tertandingi dalam menjalankan posisi ketua kelasnya. Dengan semua kemampuan itu, OSIS memintanya sehingga sekarang dia menjabat sebagai asisten ketua OSIS.

Tambahan lagi, dia adalah gadis cantik yang dapat dikatakan sebagai perempuan paling terkenal dalam lingkungan sekolah dan sangat populer di kalangan para lelaki. Bersyukur kepada karismanya, para siswi juga mendukung dia. Bisa kau sebut, seorang superwoman.

Dibandingkan dengan diriku, kutu buku yang tidak menonjol di kelas. Perbedaannya bagaikan langit dan bumi.

"Aku sedang berbicara tentang klub sastra yang kau pimpin, Ikuno-kun. Kau adalah orang yang menciptakan klub itu, kan? "

"Ya, begitulah....Kenapa?"

Aku bertanya padanya meskipun semua perasaan buruk ini menghantamku.

Dan kemudian Shinonome-san memalingkan pandangannya, tampak bermasalah.

"Um, jujur ​​saja ini sulit untuk dikatakan. Namun, seperti itu, klub sastra akan dibubarkan. Itu sebabnya aku ingin menyampaikan ini kepadamu"

"APAAA?!?!"

Aku berteriak tanpa sengaja.

Satu-satunya surgaku!! Jika aku kehilangan tempat itu, maka kemana lagi aku bisa menikmati semua Light Novel dan Manga dalam tas-ku?! Begitupun, anime dan galge. Aku membutuhkan suatu wilayah agar bisa menyembunyikannya!!!.

"Tu-Tunggu! Dibubarkan?! Kami sudah memiliki cukup anggota, ya kan?!"

Terlepas dari Shinonome-san yang berdiri di samping, jeritanku menarik lebih banyak perhatian kepada kami.

Aku benar-benar benci jadi orang menonjol. Namun sekarang bukan waktu untuk memikirkannya.

Shinonome-san tersenyum ramah, seakan mencoba menenangkan anak kecil.

"Tentu saja, kau berada disana. Tapi, tak ada satupun selain dirimu yang merupakan anggota resmi di klub sastra, kan? "

Ugh....Benar, aku satu-satunya anggota resmi. Ini adalah klub yang terdiri dari anggota hantu*. Aku berhasil mengumpulkan mereka dengan hanya kondisi 'meminjam nama'.
[Memang termasuk 'anggota'. Tapi gak pernah dateng]

"Semua member kecuali ketua adalah anggota hantu. Kali ini kami telah memiliki laporan dan sudah diketahui oleh OSIS"

Rupanya bersimpati bersamaku. Shinonome-san juga terlihat tidak bersemangat, seolah-olah itu adalah masalahnya sendiri.

Gadis yang baik. Sekarang aku mengerti mengapa dia begitu populer di kalangan lelaki dan perempuan.

Tapi tunggu, mereka yang tahu aku satu-satunya anggota resmi klub sastra adalah aku dan....---

"....Shinonome-san, bisa kau hentikan itu?"

"Eh, apa maksudmu?"

Senyumnya begitu mempesona!.

Tapi walaupun begitu, aku meneruskan kata-kata.

"Apa kau tidak keberatan untuk berhenti menginjak kakiku?"

"Ufufu. Apa yang kau bicarakan, stupig*?"
[家畜野郎. Jika diterjemahkan 'Ternak bodoh'. Tapi yg TL english 'menyingkatnya'. Stupig=Babi bodoh]

Bagaimana dia bisa mengatakan hal keterlaluan seperti itu dengan senyuman, si jablay ini!!.

"Hei, bukankah menjadi bencana jika seseorang kebetulan mendengar itu?"

"Kekhawatiranmu tidak mendasar. Lagipula, semua orang mati-matian percaya padaku. Ufufufu"

(Guriguriguri) dia terus menginjakku dengan ujung sepatunya.

Kalau orang bertanya sejak kapan dia melakukan ini, aku akan menjawab dari saat dia tahu aku tidak mendengarkan ucapannya.

Namun, ia hanya menunjukkan ekspresi khawatir dan bersimpati sepanjang waktu.

"Se-Seperti biasa. Kau benar-benar hebat ya, Shinonome...."

"Bukankah semua salahmu karena mengabaikan apa yang aku katakan? Kau tidak merasa sudah melemparkan kesalahan pada orang yang keliru? Diriku---Selamat pagi Sugiyama-san, Murakami-san"

Sambil terus-terusan menyiksa, Shinonome menyapa siswa perempuan dengan senyum dan nada suara yang berubah.

Aku kira tidak ada yang akan pernah membayangkan bahwa Shinonome Ibuki menginjak kaki seseorang dengan sukacita. Bahkan dalam mimpi terliar mereka.


"Haa, oh yah....Pokoknya, orang yang tahu aku satu-satunya anggota resmi klub sastra adalah dirimu, yang kadang-kadang mengunjungi ruang klub. Iya kan, Shinonome? Jadi, kenapa kau akan melaporkannya? "

"Tentu saja karena aku ingin membuatmu kesulitan"

Sangat sederhana. Dan dia benar-benar terdengar sangat senang ketika mengungkapkan itu.

"Serius. Ada pertanyaan yang selalu menggangguku. Kenapa kau begitu melekat denganku, Shinonome?"

"Karena kau istimewa"

"Istimewa?"

"Iya. Begitu diriku terdaftar di sini, semua lelaki tertarik dengan kecantikanku dan bersedia melakukan semua yang kuperintahkan. Namun, kau segera menyadari kepribadianku yang lain dan tidak mau melakukan apa hal-hal yang kubilang. Kaulah orang pertama yang menyadari diriku yang sebenarnya. Jadi, kau istimewa"

"Istimewa, eh....Mengatakan sesuatu seperti itu akan terdengar seolah-olah dirimu menyukaiku sampai memotong semua penjelasan"

"!!....Bi-Bisakah kau menahan diri dari mengatakan sesuatu yang sangat konyol?!"

Dia terhenti selama sesaat. Lalu seakan mengingatnya, dia mulai menginjak kakiku lagi.

"....Jangan sombong. Aku hanya ingin melatihmu sebagai seekor ternak"

"Kuh, sialan....Seseorang yang merepotkan sudah mencapaiku"

Shinonome dianggap sebagai pelacur berjenis rapi. Dia semacam mahkluk berbahaya yang unggul dalam menipu dan menang atas para siswa lelaki dengan penampilannya.

Berbicara tentang pelacur berjenis rapi, itu eksistensi yang menanam kenangan terburuk dalam diriku di antara semua pelacur yang aku pernah temui. Nah, jika di jelaskan, itu adalah sesuatu yang terjadi ketika masih SMP. Waktu itu, aku dekat dengan bishoujo berambut hitam anggun dan baik. Kami hampir mencapai tingkat 'pergi keluar*'.
[Maksudnya berkencan dalam cara yg lebih intim]

Dia sendiri yang mengatakan tidak akan berkencan dengan siapa pun sambil bertanya beberapa hal seperti gaya berpakaian dan tipe rambut perempuan favorit-ku'. Juga, ada hadiah ulang tahun, membuatku senang. Kami bahkan pernah berkencan. Pada saat itu, aku cukup yakin bahwa dirinya suka padaku. Dan hanya masalah waktu sampai dia mengaku.

Tapi, dia ternyata memang punya pacar, dan aku hanya menjauhkan diri sehingga hubungan dengan pacar pertamanya bisa berjalan dengan baik. Hanya mengingat itu membuatku tertekan. Ah! Sialan!!!.

"Seorang secantik diriku mencari ternak sepertimu. Bersyukurlah"

"Kuh....Inilah sebabnya gadis-gadis cantik....Dengar, aku akan terus mengatakan ini. Diriku benar-benar benci pelacur sepertimu, Shinonome. Bahkan jika kau bisa menipu orang lain, aku tidak akan pernah tertipu olehmu!"

"Fufu, bagian darimu itu tak tertahankan. Sensasi pertama ini tidak begitu gampang-untuk-diraih. Ahh, sungguh bagus...."

Shinonome menepuk perutnya ringan---meskipun itu hanya perasaan geli---saat dia tersipu dan tersenyum kegirangan.

Terkutuk, dia benar-benar tertarik padaku sekarang.

Meskipun sudah memutuskan untuk tidak terlibat dengan para gadis cantik di SMA, kelihatannya hanya menjadi senjata makan tuan. Kepalaku sakit ketika berpikir begitu.

"....Begini, aku sungguh akan terganggu jika klub sastra dibubarkan. Saat pulang nanti, aku tidak akan bisa menikmati hiburan karena adikku. Dan kalau klub sastra jadi dibubarkan, kemana lagi aku bisa menikmati hobi?!"

"Kau nengatakan hal yang sama sebelumnya. Apa si adik kecilmu bro-con?"

"Eh, dia tidak bisa lagi di sebut bro-con...."

Mengingat adikku lah yang mengajarkan tentang keberadaan pelacur, sampai-sampai rasa menggigil merambat ke bawah tulang belakangku.

"Baiklah kalau begitu. Kau tidak perlu khawatir tentang kegiatan klub, tapi untuk saat ini. Kekurangannya hanya anggota yang sangat sedikit. Sehingga, kau di perbolehkan merekrut orang-orang yang lebih resmi"

"Ah, benar juga!!"

Menjadi terlalu putus asa atas situasi, aku bahkan tidak bisa memikirkan solusi sederhana semacam itu.

"Berapa banyak orang yang aku harus rekrut, Shinonome?"

"Dua orang dalam waktu satu bulan, mungkin. Lakukan itu dan kau akan menghindari klub untuk bubar"

"Dua orang dalam waktu satu bulan, ya. Dengan kata lain inilah rintangannya...."

Pada tahun ketiga SD, 'Diriku pernah populer dan memiliki banyak teman'. Mendapat seorang gadis yang memamerkanku pada temannya. Hasilnya, aku dikucilkan di kelas.

Belajar dari sana, aku menyendiri dan hidup taat dengan moto 'lebih dari seorang kenalan, kurang dari seorang teman'.

Meski begitu, aku tetap berhasil mengumpulkan anggota hantu yang diperlukan untuk membangun klub. Akan menjadi berbeda jika diriku sudah merekrut anggota biasa. Di sekolah ini, aku tidak punya teman yang ingin bergabung dengan klub untukku.

"Ufufu, Ikuno Kousuke. Izinkan aku menyatakan ini pertama. Itu bukan satu-satunya syarat untuk menjaga klub tetap aktif"

"Eh, ada lebih?!"

"Tentu saja. Lagipula, klub sastra milikmu tidak melakukan kegiatan publik. Setiap kali aku pergi kesana untuk memeriksa, kau hanya membaca subkultur sastra seperti Manga atau Light novel"

Nah, sialan. Dia benar....

"Itu sebabnya jika kau tidak ingin klub dibubarkan, aku akan memberikanmu satu syarat lagi. Aku ingin dirimu untuk membantu pekerjaan beberapa anggota OSIS"

"Spesifiknya?"

Ketika aku bertanya lelah, Shinonome mengapungkan senyuman samar. Seolah-olah aliran peristiwa sudah sesuai rencananya.

"Tugasnya mudah. Kau hanya harus menanggapi konsultasi para siswa. OSIS sibuk dengan pekerjaan lain, sampai-sampai kami tidak dapat melakukannya. Inilah alasan aku ingin kau untuk membantu kami"

"Jika aku menerimanya dan merekrut anggota resmi dalam waktu satu bulan, klub tidak akan bubar?"

"Yup, itu benar. Tidak buruk, ya kan? "

Tak ada pemikiran kalau aku orang yang tepat untuk menanggapi konsultasi siswa. Tapi, surgaku---keberadaan klub sastra milikku sedang dipertaruhkan. Aku tidak punya pilihan.

"Kalau begitu, ini beres. Aku tidak membenci ternak yang patuh, kau tahu"

"Siapa yang seekor ternak!! Lalu, jika kau sudah selesai dengan urusanmu, kembali---"

Tiba-tiba, koridor menjadi ribut bersamaan dengan seorang gadis yang ceria memasuki kelas.

"Pagiii~~!!!"

Woah, dia datang....

Mengenakan pita merah muda dengan pony-tail samping. Rambut pirang bergoyang ringan. Namanya, Aizawa Manaha.

"Fuu. Aku ketinggalan kereta jadi aku pikir akan terlambat~!"

Dia yang tubuhnya langsing seperti model, dengan jaket membungkus pinggang. Bagian blus dada terbuka hingga dapat terlihat sepasang benjolan montok. Dia juga mengenakan kaus kaki putih longgar---Suatu tren busana 15 tahun yang lalu---pada kakinya. Kuku terdandani dan anting-anting berkilauan di telinga.

Dia seorang gadis yang bergaya dan tampaknya bekerja sebagai model dokusha* atau semacamnya.
[Juga bisa disingkat Dokumo. Model (amatir) yg hanya melakukan pemotretan untuk suatu majalah fashion. Beda dengan model pro, mereka tidak berjalan di atas catwalk. Lihat Contoh . Atau Ini . Atau mau ke Situsnya??]

"Yup. Makino-kun dan Sawashiro-kun, pagi!! Kalian juga, Shouko, Mutsuki!"

Setelah mencapai kursi diagonal di belakangku, Aizawa menyapa para lelaki dan gadis-gadis yang berkumpul di sekitarnya dengan penuh semangat.

"Sulit menebak apakah suhu sedang panas atau dingin, ya?"

Dia---yang tersenyum pahit lalu menyeka dahi menggunakan saputangan---begitu indah sampai kau mungkin bisa keliru sebagai malaikat dengan kulit putih cerah dan rambut tercelup pirang terang.

Sudah ada kawanan laki-laki yang berkumpul untuk melihat Shinonome di koridor. Dan dengan kedatangan Aizawa, tempat ini sekarang serasa lebih padat.

Aizawa Manaha adalah gadis cantik yang---dengan Shinonome Ibuki---membagi ketenaran di sekolah menjadi dua.

Bisa di singkat, jika Shinonome adalah gadis yang semestinya lemah lembut. Maka, Aizawa adalah gyaru* tomboy yang tidak berkeringat dengan hal-hal sepele. Mungkin karena penampilan pantang menyerah miliknya, akan wajar jika seseorang mengatakan dia tahu karate.
[Sebutan untuk para gadis yg sangat fashionable]

Menurut rumor, dia adalah nympho* yang berkencan dengan beberapa pria. Ditambah, dia tidur dengan siapa pun untuk uang.
[Perempuan pecandu s_x]

"Ahaha, ya ampun, Makino-kun. Itu pelecehan seksual. Kishikawa-kun, Sawashiro-kun, tolong katakanlah juga sesuatu"

Dia tertawa 'kyakya' saat berbicara dengan para laki-laki. Tentu memberikan getaran dari seorang nympho.

Dan kemudian, seorang gyaru kelas lain memiringkan kepalanya saat ia bertanya pada Aizawa.

"Hah? Manaha, di mana jam tangan yang kau miliki sebelumnya? Tunggu, bukankah itu aksesori baru? Tampaknya mahal, kau membelinya sendiri?"

"Eh, jam ini?! A-Ah, kau tahu....aku membelinya dengan uang yang kutabung dari pekerjaan paruh waktu, agak khusus. Ini terlihat lucu jadi aku saaaangggaaatt suka. A-Ahahahaha~!"

Tidak ada asap tanpa api.

Setengah bulan yang lalu, aku menyaksikannya dan ternyata rumor itu benar. Rambut pirang! Tig ol 'bitties*! Gyaru SMA! Selanjutnya, wajah itu tampak cukup pucat, memberi nuansa dia baru saja mendapat uang dengan tubuhnya.
[Kalo gak salah, istilah 'berdada besar']

Dan kemudian, ide liar berjalan melalui kepalaku.

Di dalam kamar hotel tidak senonoh.

Sebuah tempat tidur berderit memungkinkan keluar suara teratur cicitan.

Di kasur itu adalah seorang pria setengah baya, dan yang sedang 'menungganginya'---sambil bercucuran keringat dan memakai ekspresi menggoda saat ia menggerakkan pinggulnya, Aizawa Manaha.

"Haa, Haaa! I-Ini bagus! Lebih....Ah! Ah!! Ya, disana! Fua! Ah! Aah~....Ojii-san menakjubkan! I-Ini pertama kalinya aku, kasar sekali!!....Haa, Haa~! Yang besar ini, a-akan datang~! Hia! Aaa, Haa~~~~~n ♡"


PELAACUUURRRR!!!!!

....Pastinya mudah membayangkan itu terjadi.

Ada rumor lainnya juga, dan lebih dari semua itu, salah satu dari dua besar pelacur. Pelacur penuh nafsu.

Meskipun aku ingin menghabiskan hidup SMA tanpa terlibat dengan gadis-gadis seperti mereka, untuk berpikir ada dua besar Pelacur di kelasku....Yah, tentu aku telah bertemu banyak jenis pelacur, tapi belum pernah dengan seorang 'senakal' dia sebelumnya. Selain itu, aku tidak bisa mengatakan apa yang salah ketika diriku terlibat dengannya. Jadi aku akan mencoba untuk menghindari kontak sebanyak mungkin.

Dan kemudian, Shinonome yang telah mengarahkan pandangan pada Aizawa, menyambutnya dengan suara lembut.

"Selamat pagi, Aizawa-san"

"Ah, selamat pagi, Shinonome-san! Um, apakah kau perlu sesuatu dariku?"

Aizawa yang melambaikan tangan dengan riang dan menyebabkan payudaranya bergoyang, mata bulat itu berkedip terkejut

"Yah, itu tidak penting. Namun, um....aku pikir akan lebih baik jika kau mengenakan seragam dengan benar"

Shinonome mengatakan begitu dengan cara tidak ramah sambil tersenyum masam, dan menunjuk payudaranya.

Dia adalah ketua kelas sekaligus petugas OSIS. Meskipun hanya berperan sebagai karakter lembut. Menurut semua orang, Shinonome juga memiliki kepribadian yang ketat untuk mentaati apa yang harus di taati.

Diberitahu begitu, Aizawa merona dan memalingkan kepala ke arah sini.

"A-Ahaha. Maksudmu, ini? Sebenarnya aku juga merasa benar-benar malu, tapi, eh....ini lebih besar dari semua orang, jadi aku tidak bisa mengkancingnya"

Meskipun serasa aroma manis parfum Aizawa bisa menyambar hatiku, aku menggeleng untuk mendorong pemikiran itu.

"Tentunya, akan menjadi ketat....Baiklah. Kemudian, ambil saja seragam baru. Seperti yang diharapkan, kita tidak bisa membiarkannya. Ufufu"

"Ah, iya. Yup, benar juga. Sekalian, aku akan mengambil kertas soal di kantor nanti! Karena aku juga merasa membiarkan seperti ini akan memalukan....Ehehe"

Aizawa mengangguk patuh sambil tersenyum ramah, juga merasa malu.

Walaupun dada besarnya menjerat penglihatan para lelaki. Kelebihan lain seperti daerah sekitar pinggang yang melengkung, pantat yang mungkin akan melahirkan seorang anak sehat, dan kaki yang ramping. Sama seperti model.

"Tolong beritahu aku jika ada sesuatu yang kau tidak tahu. Aku akan membantu jika kau mau"

"Benarkah?! Woah, Shinonome-san benar-benar orang yang super baik. Baiklah, terima kasih. Aku akan mengatakan kalau memang kesulitan"

Setelah berkata demikian dengan senyum ramah, dia melambaikan tangannya lagi dan kembali ke kerumunan.

Rupanya orang dengan kehadiran tipis sepertiku tidak layak di pandangi untuknya---seorang riajuu nan imut (lol).

Aizawa juga memiliki kesan selalu tersenyum dan ceria. Mungkin itu sebabnya dia populer.

Meski begitu, aku tidak akan tertipu. Namun, orang seperti Shinonome pasti tidak akan memiliki kesan buruk dari---

(Guriguriguriguri~~~~~~~!!)

"Owowowowowow?!?!"

Kakiku di injak-injak dengan cukup kuat.

"!....H-Hei, Shinonome! Kakiku bukan karung pasir, kau paham?!"

"Apa boleh buat, ya kan? Aku membenci gadis itu"

Dia terlalu bebas dalam menyuarakan pendapatnya!.

Bahkan jika kau mengatakan itu dengan suara rendah, bagaimana jika ada seseorang yang mendengar?.

"Ngomong-ngomong, kenapa kau membencinya?"

"Karena dia dikatakan semanis diriku"

Seperti yang diharapkan dari seorang pelacur, dia busuk sampai ke inti....

"Aku tidak akan merasa puas kecuali menjadi nomor satu dalam segala hal. Aku selalu nomor satu di keimutan, pelajaran, dan bahkan kompetisi biola. Namun, keadaan telah berbeda sejak musim semi tahun ini karena dirinya. Di samping itu, ada apa dengan yang barusan? 'Dadaku lebih besar dari semua orang, jadi aku tidak bisa mengancingnya'....Ufufu, apa dia mengejekku?"

"Seperti yang aku katakan, berhenti menginjak!! Hentikan ini!!!"

Sementara menderita rasa sakit, aku melirik dada Shinonome.

Pada bagian yang ditutupi sweater musim panas hitam, ada dua tonjolan sederhana yang hanya membengkak di tingkat 'bisa disadari'. Namun, kakinya yang terbungkus stoking hitam terlihat lebih halus dan indah daripada Aizawa.

"Apa kau melirik dadaku sekarang?"

"Ha ha! Hanya imajinasimu. Aku tidak semesum seperti yang kau pikir"

"Ufufu. Begitukah? Itu bagus"

(Guriguriguri~~~)

"Ya ampun, kau masih menginjak...."

Kemudian, obrolan yang hidup dapat terdengar dari dalam lingkaran sosial Aizawa.

"Kalau begitu, Manamana. Meskipun Mi terlihat seperti ini, Mi tidak pernah pergi keluar dengan seorang pria sebelumnya. Jadi, bagaimana? Karena kau pernah berkata memiliki banyak pengalaman dengan laki-laki, kau harusnya tahu itu, kan~?"

"U-Um....Apa yang kau maksud dengan itu?"

Orang yang mengangkat topik adalah gyaru kelas tetangga, bernama Kuroki Ami kalau ingatanku benar. Dia memiliki rambut coklat dan penampilan yang setara dengan idola, tapi sikap itu 'Mi si gadis termanis di dunia~' adalah menjengkelkan.

"Di~sini~, Mi bertanya bagaimana perasaanmu ketika berkencan dengan seseorang yang kau cintai? Bagaimana rasanya? Karena Mi tidak punya pengalaman, Mi akan senang jika Manamana yang tahu-segala-hal tentang itu mau menjelaskan kepada Mi~"

"Pe-Perasaan ketika aku berkencan?!"

"Eh, apa? Apa kau mengatakan pada Mi bahwa kau tidak pernah berkencan dengan seseorang sebelumnya~?"

"Tentu saja aku punya! Aku telah sering berkencan dengan banyak laki-laki!"

Yah, jika itu adalah Aizawa yang bisa bergaul dengan siapa pun, rasanya normal jika dia sudah berkencan dengan banyak lelaki. Aku berani mengatakan semua barang bermerek miliknya sering berganti adalah suatu pemberian dari setumpuk pria.

"Hee~. Kemudian beritahukan kepada Mi. Bagaimana perasaanmu ketika berkencan dengan seseorang yang kau cintai? "

"Yah, karena dia seseorang yang aku cintai, aku senang, mungkin....Maksudku, aku merasa bahagia ketika kami berpegangan tangan. Dan ketika berpisah, kami menguatkan perasaan satu sama lain dengan....ci-ciuman---Astaga, apa yang kau buat aku katakan di depan semua orang?!"

Aizawa yang memerah lalu memukul gadis-yang-melemparkan-pertanyaan hebat itu.

"Ow ow! Sebaliknya, Manamana, itu mencurigakan. Apa kau benar-benar berkencan dengan seseorang sebelumnya~?"

"Tentu saja! Kau terlalu meragukan temanmu ini!"

"Hah. Tapi, itu mengusikku dan terdengar seperti kebohongan~"

"Bukan bohong....Inilah kebenarannya"

Duduk di kursi, Aizawa menjatuhkan matanya canggung.

Yah, tentu saja Aizawa tidak bisa menjawab bahwa ia keluar dengan laki-laki untuk uang, dan tidak pernah pergi keluar dengan seseorang yang dia cintai.

"Meskipun aku pernah mendengar rumor, tampaknya dia benar-benar memiliki pengalaman berlimpah, ya. Astaga, orang menyebalkan ada disini"

Kau salah satunya!!!.

"....Yah, ayo berpura-pura hanya seperti ini"

Meskipun ia tampak seperti menggumamkan sesuatu dengan suara rendah, aku tidak mengejar karena ada sesuatu yang ingin kutanyakan padanya.

"Hei, Shinonome, kau baik-baik saja dengan itu?"

"Apa maksudmu?"

"Teman sekelasmu mungkin melacurkan dirinya, kan? Aku pikir jika ini dirimu, kau tidak akan membiarkan hal itu terlewat begitu saja"

Dia satu-satunya putri konglomerat Shinonome yang mengelola sekolah. Sejak akhirnya akan mewarisi posisi direktur, aku pikir dia akan menghukum berat para siswa yang tidak bisa melindungi hukum dan peraturan sekolah.

Shinonome tersenyum dengan tenang, dan....

"Dalam dubio pro reo. Ada prinsip praduga tak bersalah. Juga sering dikatakan sebagai 'ketika ragu-ragu, untuk terdakwa'. Jika jaksa tidak dapat menghadirkan bukti yang pasti, hakim harus memberikan vonis tidak bersalah kepada terdakwa. Hal ini dinyatakan dalam KUHAP Pasal 336*"
[Asas In Dubio pro reo. Intinya kalo gak ada bukti kuat, tersangka cuman terkena sanksi ringan/malah langsung di bebaskan]

Seperti yang diharapkan dari siswi terpandai di sekolah, dia tahu segalanya.

"Yup, aku mengerti, kau memiliki kenangan buruk disana. Jadi, apa kesimpulannya? "

"Kau belum mengerti, kan? Karena dirimu ternak yang dipilih olehku, bagaimana kalau berusaha lebih keras dengan kepalamu itu? Apa kau tidak merasa malu telah hidup?"

"Ya, aku buruk karena tidak memahaminya. Aku sangat menyesal"

Aku meminta maaf dengan benar untuk Shinonome yang dengan senang hati memarahiku.

Karena tidak ada yang baik akan datang jika kau merusak suasana hati gadis-gadis cantik, aku mengerti.

"!"

Rupanya, dia tidak mengira aku untuk meminta maaf. Dan setelah tidak bisa berkata-kata selama beberapa detik, ia mengendurkan ekspresinya menjadi senang hati.

Dan seolah-olah puas akan sesuatu, dia mulai menjelaskan.

"Kejahatan tidak akan menjadi kejahatan dengan tidak adanya bukti. Jika kau menuduh seseorang hanya karena meragukan mereka, dan kemudian ketika dikenal sebagai tuduhan palsu, kau tidak ingin mengambil tanggung jawab, kan? Itulah sebabnya kita tidak bisa menuduh seseorang tanpa pemeriksaan lebih lanjut terlebih dahulu. Terutama, jika kasus serupa seperti kita ini terjadi, pihak lain adalah seorang gadis SMA dalam pubertas. Mungkin (un*) mungkin saja. Dia tidak melakukan kejahatan apapun seperti yang kita pikirkan. Jadi, yang terbaik adalah tidak melanggar risiko dan jangan melakukan apapun. Apa kau berpikir begitu?"
[Mengangguk]

Gadis ini, jadi dia telah memikirkan sejauh itu.

Seperti yang diharapkan dari sang Pelacur berjenis rapi, si licik yang bertindak dengan perhitungan tingkat tinggi.

Sementara akan bagus jika dia memperlakukanku lebih baik sekarang. Kalau aku berakhir sebagai musuh Shinonome, itu akan menjadi hal terburuk. Aku kira harus mencoba yang terbaik agar tidak merusak suasana hatinya untuk mencegah 'Ostracised Tragedi II*'.
[Gak terlalu ngerti. Tapi ada istilah social ostracism (pemasungan sosial)]

"....Kalau begitu, Shinonome. Bisakah kau menghentikan itu?"

"Apa maksudmu?"

"Bisakah kau berhenti menginjak kakiku?"

"Ufufu. Tidak mau, ternak~"

Katanya sambil tersenyum lembut yang biasanya di tunjukkan kepada semua orang.

Astaga. gadis cantik sungguh hanyalah seorang pelacur.

Pokoknya, ada dua Pelacur besar di kelasku.

Dan ini adalah kisah tentang itu.


☆☆☆Chapter 1 berakhir disini☆☆☆

Ke Halaman utama Bokubitch
Ke Chapter selanjutnya


Comments

Popular posts from this blog

108 Maidens chap 14 B. Indonesia

Kusoge Online (BETA) Bahasa Indonesia