World Teacher chap 8 B. Indonesia

Chapter 8 Menuju Dunia Baru
Diterjemahkan oleh I-Fun Novel





Dua tahun kemudian.

Sejak itu, aku terus melatih tubuh dengan kerjasama semua orang, dan bertambah tinggi seiring umurku yang menginjak lima tahun.

Di bawah pengawasan Erina, melakukan percobaan sihir dengan Noel, dan belajar dari Dee dasar-dasar berpetualang. Aku juga menemukan beberapa mantra yang tak ada dalam buku, dan meningkatkannya.

Pertempuran palsu dengan Dee telah masuk sebagai jadwal latihan. Seperti yang diharapkan dari seorang mantan petualang, dia kuat. Namun, memiliki banyak celah karena merupakan gaya otodidak, membuat kemenangan menjadi sesuatu yang dapat diperoleh. Aku merasa buruk, tapi melihatnya kecewa lalu dihibur oleh Noel, adalah suatu pemandangan menyegarkan.

Bagian yang menakjubkan, Dee mampu menghilangkan kelemahan-kelemahan itu pada hari berikutnya, walaupun masih kalah. Dia mungkin bisa menjadi jauh lebih kuat jika terus berlatih. Tapi disesalkan, keputusannya untuk menjadi seorang juru masak sudah bulat. Dia memang pandai di bidang kuliner, dan sangat senang ketika aku mengajarkan beberapa resep dari hidupku dulu. Yah, tak ada yang kuinginkan selain dia bisa meraih impiannya.

Persiapan untuk menghadiri sekolah terus berlanjut.

Kami telah menjual dan mendapatkan uang dari obat-obatan yang bahan-bahannya kami peroleh di gunung. Dengan menggunakan cara ini, mungkin takkan ada masalah dengan menabung untuk biaya masuk sekolah.

Tersisa waktu tiga tahun, yang sepertinya bisa dihabiskan dengan nyaman.

Pada suatu hari setelah aku menerima segala sesuatu yang Dee dapat ajarkan, dia berkata, 'Tidak ada lagi yang aku bisa berikan. Dengan ini, Sirius-sama sudah memperoleh semuanya'. Aku adalah seorang anak lima tahun, tapi tidak akan masalah bahkan jika berjalan-jalan sendiri. Lagipula, ini bisa dianggap sebagai bentuk pelatihan saat aku pergi ke sekitar hutan maupun gunung.

Dan hari ini, dalam rangka untuk keluar menuju dunia baru....aku berlari di langit.

Untuk menjelaskan keadaannya sekarang, aku harus membahas tentang dua mantra.

Yang pertama adalah {Boost}*.
[Peningkatan]

Efeknya adalah meningkatkan kemampuan fisik. Ketika diaktifkan, batasan pada tubuh akan terlampaui, bergerak cepat, hingga mampu menghancurkan batu dengan tangan kosong. Tentu, tubuh tidak bisa bertahan jika melakukannya, tapi risiko itu dapat di hindari dengan melapisi diri menggunakan Mana.

Ini dengan jelas bisa mengungkapkan potensi seseorang, tapi Mana yang dihabiskan sangatlah intens. Akibatnya hanya ada beberapa sihir yang mampu digunakan.

Mengingat bahwa sihir ini tidak memiliki atribut, bisa dianggap sebagai kategori mantra 'Tanpa Warna'.

....{Boost} adalah mantra yang bisa ditemukan dalam buku tebal sihir milikku.

Setelah aku menyelidiki itu dengan melakukan percobaan....efeknya secara harfiah, cukup untuk menutupi tubuh dengan Mana. Kau bisa menganggapnya sebagai mengenakan  Powered Exoskeleton* versi sihir. Namun jujur saja, tenaga yang dipakai terlalu banyak. Dalam kasusku, karena memiliki pengetahuan medis dan memahami struktur tubuh manusia, aku berusaha melenyapkan kekurangan sihir ini. Dari aliran darah, kontraksi, relaksasi otot, dan gerakan dari sistem kerangka, aku tahu bagian mana yang harus dengan selektif dilindungi tergantung pada situasi.
[Pakaian Mecha. Itu seperti Setelan tempur yg dipakai Tatsuya di Mahouka Koukou/Kamen Rider, dll. ]

Sebagai hasilnya, aku sudah berhasil menambah durasi pemakaian.

Memperoleh kecepatan untuk mencapai danau di mana aku mengumpulkan rumput Kelpie dalam beberapa menit, dan kekuatan untuk menerbangkan goblin hanya dengan jotosan. Ini terasa seperti aku bukan lagi manusia.

Yang lainnya adalah mantra asli ciptaanku sendiri {Air Step}*.
[Langkah Angin. Udara gak cocok]

Sesuai namanya, ini adalah sihir untuk membuat pijakan sementara di udara. Tapi segera menyebar dan menghilang setelah berlangsung dua detik. Mungkin tampak seperti suatu mantra yang cacat, namun bisa ditutupi dengan terus-menerus membuat perancah sambil berlari.

Ide pertama yang terlintas adalah, melepaskan gelombang kejut Mana dari diriku sendiri untuk terbang ke depan. Tapi menyesuaikan kecepatan akan sulit, ditambah lagi tubuhku sakit karena dampaknya, jadi aku menyerah.

Akhirnya, metode inilah yang di putuskan, karena juga mungkin untuk dipakai dalam keadaan darurat.

Dengan menggunakan kedua mantra tersebut, aku dapat berlari di langit secepat mobil. Sedangkan untuk mengatasi tekanan angin, ada {Boost} yang bertugas meningkatkan ketahanan fisik-ku.

Tujuan 'terbang' sekarang adalah wilayah negara tetangga yang dipisahkan oleh pegunungan.

Rumah kami berada di tepi benua Merifest, setelah menyeberang satu gunung, kau akan disuguhkan pemandangan dari lautan tanpa ujung.

Sebagai pelatihan sihir, langkahku terus ke arah laut, menyeberangi perbatasan dan sampai ke sisi lain cakrawala. Setelah kembali, aku diberitahu bahwa daratan itu adalah benua berbeda yang disebut Adroad. Tampaknya memiliki budaya unik tersendiri, tapi secara keseluruhan, tak terlalu berbeda dengan benua Merifest.

Dikatakan bahwa disana terdapat kota pelabuhan, yang dijadikan tempat perdagangan. Sebuah kapal akan memakan waktu dua hari dalam perjalan bolak-balik ke benua itu. Tapi---meskipun hanya perkiraanku---tampaknya pergi ke Adroad hanya menghabiskan satu jam dari sini.

Namun lautan ini merupakan wilayah dari para monster air di mana jika sebuah kapal atau sejenisnya melintas lurus, bisa diperkirakan itu akan tenggelam dalam hitungan menit. Untuk membuat keadaan menjadi lebih buruk, ada tebing-tebing yang menjulang di tepian benua Adroad, sehingga sulit untuk memilih tempat mendarat. Untuk pergi ke seberang, tidak ada pilihan selain untuk melalui jalur permukaan yang sudah ditetapkan stabil.

Hanya saja....itu jika kau bepergian menggunakan kapal. Tak ada hubungannya denganku, yang bisa melintasi langit.

Aku membiarkan rasa ingin tahu membimbing diriku, melompat bebas menuju benua baru.

Setelah terbang selama beberapa menit tanpa masalah tertentu, aku akhirnya tiba dengan aman di benua tetangga. Bahkan masih tersisa setengah dari keseluruhan Mana, ini saja sudah cukup untuk menghadapi keadaan darurat.

Aku berdiri diatas tebing dengan benua Merifest di punggung, dan hamparan hutan luas di hadapan mataku.

Akan merepotkan jika ayah mengetahui diriku sedang berada di benua lain, jadi aku tidak boleh menuju ke kota. Mungkin tidak akan apa-apa kalau di sini, tapi....sama sekali tidak ada tanda-tanda seseorang. Apa boleh buat, aku akan mencoba dan memeriksa dari langit.

Memejamkan mata sambil dalam hati berhitung sampai tiga....pemulihan Mana, selesai.

Meskipun tampak seperti lelucon, tapi setelah aku terbiasa menyesuaikan Mana di alam, aku dapat pulih hanya dengan sekejap.

Walaupun Noel juga tahu teknik meditasi ini, dia tidak dapat menggunakannya. Kesampingkan kecacatan tubuh, metode yang dia pakai cukup tepat. Aku memang masih heran, tapi selama tidak menimbulkan efek, jawabannya mungkin akan datang cepat atau lambat.

Dan sekarang, aku berjalan di langit lagi.

Tanpa tujuan tertentu, aku melompat ke depan sepanjang puncak pepohonan di iringi terpaan angin. Pada kecepatan lambat, mataku memindai untuk mencari pemukiman sambil merasakan hembusan nyaman, tapi aku tidak bisa menemukan sesuatu yang menyerupai hal itu.

Seberapa luas hutan ini? Jika seseorang memasukinya untuk pertama kali dengan berjalan kaki, dia pasti akan tersesat.

Setelah pergi untuk sementara waktu, akhirnya bagian terbuka dari hutan mulai terlihat. Karena ada sebuah pohon besar yang mencolok, aku memutuskan untuk duduk di salah satu cabangnya dan mengambil istirahat sebentar.

Aku mengambil air dari tas punggung dan minum seteguk. Sambil menjaga tingkat minimum kewaspadaan, aku melamun dengan menatap pemandangan.

(---)

....Hmm?

Baru saja, ada sesuatu yang terasa aneh.

Ini bukan niat permusuhan. Lebih seperti suatu hal misterius sedang bergerak di sekitar. Angin telah menjadi agak kencang, setidaknya itu bukan pertanda bagus. Untuk sekarang, ayo terus memeriksa situasi.

Aku menajamkan indraku dalam arah umum dimana perasaan aneh itu muncul, dan mengaktifkan sihir {Search}*.
[Pencarian]

Ini mirip dengan 'sonar' atau radar kapal selam. Prinsipnya sama dengan riak yang dihasilkan dari melempar batu ke permukaan air. Dalam kasus sihir, aku mengeluarkan Mana dalam bentuk semacam gelombang untuk memindai daerah.

Sebagai sihir penyelidikan, kekurangannya berada di bagian posisi pengguna yang mudah ketahuan oleh pihak lain. Namun, menurut Noel itu akan sulit disadari asalkan Mana yang kulepaskan bisa berbaur dengan Mana alam.

Karena mengintai musuh secara langsung 'dianggap' lebih penting. Bahkan jika aku harus disebut sebagai Tidak kompeten, keuntungan sihir ini sangatlah besar.

Gelombang Mana yang kulepaskan sedang tergambar dalam pikiranku.

Sihir ini mendeteksi Mana di wilayah luas, yang berarti sekitar area hutan dimana aku berpijak, entah itu hewan maupun mahkluk hidup lainnya.

Dalam menanggapi, tampaknya ada lima....tidak, enam reaksi dari manusia. Meskipun penyebab perasaan aneh itu masih belum diketahui, namun akhirnya aku telah mendeteksi keberadaan beberapa orang. Seusai menyimpan wadah air kembali dalam tas, aku bergegas keluar menuju posisi mereka.

Ngomong-ngomong, ini adalah pertemuan pertamaku dengan orang-orang selain penghuni rumah, dan mungkin ide yang buruk untuk tiba-tiba muncul lalu menyapa mereka. Pihak lain bisa saja orang jahat, apalagi untuk diriku, seorang anak berusia lima tahun. Ada kesempatan yang sangat tinggi bahwa itu akan berubah menjadi sesuatu yang merepotkan.

Lebih baik untuk mengamati dulu, dan memutuskan muncul atau tidak tergantung dari seperti apa mereka. Menurut {Search}, memang ada enam orang, tetapi hanya satu yang berada di posisi terjauh dari lainnya. Mungkin akan sulit bagi seorang individu untuk menyadariku, jadi aku melesat pergi ke arahnya.

Kemungkinan terburuk, perkelahian akan pecah. Namun, aku pikir masih mampu mengurus itu dengan melarikan diri sambil terbang. Aku tidak berpikir mereka akan bertindak sejauh mengejarku ke langit.

Langkahku berhenti pada titik sedikit terpisah dari lokasi dimana respon terjadi, lalu diam-diam mendekat agar tidak ketahuan. Sebuah misi menyelinap, itu nostalgia....Tapi kali ini sangat mudah karena pohon-pohon sedang berdesir keras oleh angin kencang, sehingga suara gerakanku hilang tertindih oleh bunyi alam.

Aku maju dengan cara merangkak serendah mungkin, dan akhirnya menangkap bayangan target dari celah di pepohonan.

Aku sempat berpikir 'Karena mereka berada di tempat semacam ini, orang macam apa itu', tapi ternyata bukan manusia, melainkan seseorang dari masyarakat yang hidup bersama hutan.

Ras yang disebut Elf.

Lagipula, dia adalah perempuan dengan telinga panjang meruncing kesamping, dan rambut hijau zamrud bersinar, mengalir sampai ke punggungnya. Di kombinasikan dengan mata almond seindah berlian, dan hidung sekaligus mulut seakan terpahat. Aku hanya dapat menyebut dalam dua kata, 'Sungguh Cantik'.

Tubuhnya memiliki kurva yang sangat feminim, seimbang, dan penuh dengan daya tarik seks. Dia merupakan wanita memikat yang aku ingin dekati.

Seperti itulah penampilannya. Namun entah bagaimana kau melihat, dia tidak dalam keadaan normal.

Napasnya tersengal-sengal dan penuh butiran keringat saat bersandar di sebuah pohon, dia sangat berusaha untuk tidak roboh.

Mantelnya compang-camping, hingga apa yang dia kenakan di baliknya benar-benar terlihat. Memiliki pelindung dada, mungkin terbuat dari kulit. Pusarnya telanjang dan memakai rok hijau terang, ditambah itu hanya mencapai lutut.

Semua peralatannya mungkin berfokus pada kebebasan bergerak. Hanya saja, yah....pemandangan yang sangat manis karena ada banyak 'warna kulit'.

Jika melihat lebih dekat, terdapat luka kecil di lengan kanannya. Meskipun darah mengalir keluar, tak ada indikasi bahwa dia telah melakukan perawatan darurat.

Fumu, sepertinya memang bukan cedera serius. Tapi pertanyaannya, apakah itu tertutup dengan sejenis racun?.

"Aku tahu kau berada di sana! Tunjukkan dirimu!!"

Sementara di tengah-tengah berpikir, si gadis elf berteriak dengan cara mengintimidasi. Itu tidak ditargetkan padaku, tapi untuk lima orang lainnya yang mulai menerobos semak-semak.

Ketika dia membelalak tajam, sebuah benda berkilauan terbang ke arahnya dari dada salah satu anggota mereka, dan melesat sambil menimbulkan bunyi siulan. Namun gadis itu menepisnya dengan sebilah pedang pendek.

Objek itu mendarat di tanah agak dekat, jadi aku mengambilnya tanpa diketahui.

Sesuai dugaan, ini adalah pisau, dengan sesuatu yang dioleskan pada bilahnya.

Sementara aku sedang memeriksa benda itu, kelima orang menutup jarak    menuju gadis Elf. Mereka semua adalah laki-laki dari ras manusia berpenampilan perampok atau bandit. Seluruh kelompok ini mengenakan baju besi berkualitas tinggi, dan memiliki buntalan otot yang tampak tangguh.

Seseorang pria dengan penutup mata, mungkin pemimpinnya, mengambil satu langkah maju. Kesamaan diantara mereka semua adalah senyuman vulgar. Aku tidak ingin berkenalan dengan orang-orang ini.

Tidak peduli bagaimana kau melihatnya, mereka bukan teman si elf. Bukankah situasi ini menggambarkan adegan kejahatan?.

....Aku akan menunggu dulu dan mengawasi sedikit lebih lama.

"Wow, itu menganggumkan. Mampu menangkis pisau itu bahkan setelah diracuni"

"Wajar saja, kan? Lemparanmu kelihatannya terlalu payah untuk gadis ini"

"Hei, berhentilah menggertak. Lihat, kau bahkan sudah tidak kuat berdiri, kan?"

"Benar sekali! Tubuhmu juga gemetar. Pasti karena kedinginan, kami akan menghangatkanmu, ya? Hanya bercanda~, haha!!"

"Tidak, tidak, mungkin dia memang menginkinkannya? Meskipun tampak berusaha keras untuk melarikan diri, dia sengaja berhenti dan menunggu kita, kalian tahu?"

"Belum lagi, sejenis dirimu ini akan berharga tinggi jika masih perawan. Tapi kalau kau memang ingin, kami bersedia menemanimu!!"

Nah, tak ada kejahatan yang lebih terpuji daripada ini, begitu jelas dan pasti. Aku salut pada khayalan kalian karena bisa sampai sejauh itu.

....Elf-san, kau mungkin akan berakhir terkesan kepadaku.

Karena identitas asli musuh sudah di tetapkan, aku siap untuk membantu.

Hanya saja, dari wajah si gadis elf, ada tanda-tanda bahwa dia akan melakukan sesuatu.

"Katakan apa pun yang kalian mau. Aku akan menyingkirkan kalian semua...."

Elf-san memejamkan matanya dan berkonsentrasi.

Ini adalah sihir....atau bukan? Tanpa mantra, perasaan aneh beberapa saat yang lalu sedang terpancar darinya.

"Untuk menengahi dan menyerbu! Wahai Angin! Potonglah mereka!!"

Dengan seruannya sambil mengangkat tangan, angin semakin berhembus kencang, dan menjadi badai. Aku yang sekarang berjongkok di sudut merasa seakan mengapung dan memutuskan melepaskan {String} ke pohon terdekat untuk menahan tubuhku.

Aku kira ini akan mengirim para pria itu terbang, tapi angin segera reda. Dan kemudian, satu-satunya efek hanyalah tak terhitung daun yang beterbangan lalu perlahan jatuh melambai.

Elf-san membuat ekspresi menderita ketika dia menyadari hasil tak terduga ini.

"Guh....Mana-ku...."

"M-Menakut-nakuti kami saja....Boss, apa yang terjadi?"

"Racun itu tidak hanya melumpuhkan tubuh, tapi juga menghambat aliran Mana. Meskipun seorang manusia bahkan takkan bisa bergerak, kurasa Elf-sama ini cukup luar biasa"

"Dengan kata lain, dia sangat berkualitas, ya? Sepertinya, untuk sementara kita bisa menghabiskan waktu menikmati diri"

"Tentu saja. Kau jarang mendapatkan kesempatan untuk tidur bersama seorang gadis elf"

"Dasar bodoh! Aku lah yang pertama. Kalian nanti!!"

"Haahh, itu sudah diputuskan? Harganya akan turun jika kau menyakitinya, jadi jangan terlalu berlebihan"

Orang-orang itu membuat senyuman busuk dan mendekat, namun Elf-san tidak tinggal diam. Dengan wajah yang telah bertekad, dia menarik pisau dan menghunus ke lehernya sendiri.

"Datanglah lebih dekat, maka aku akan bunuh diri. Lebih baik mati daripada menjadi tawanan biadab sekaligus vulgar seperti kalian"

"Oi oi, apa baik-baik saja untuk mengakhiri hidup? Kau pasti sependapat, kan? Menunjukkan kepada orang tuamu wajah sehat yang kau miliki"

"Itu...."

Mungkin alasan dari perkataan itu adalah untuk menjatuhkan kewaspadaannya, Elf-san terganggu dan mengalihkan mata.

Seketika, si pemimpin kelompok mengayunkan kedua lengannya.

"Gawat?!---"

"Hahaha!! Tidak peduli seberapa kuatnya dirimu, sekali kau menunjukkan celah, itu selesai!!"

Hou, pria ini memang yang terburuk, tapi dia sungguh terampil. Sepertinya dia memiliki kecerdasan untuk memanfaatkan kelemahan si gadis elf, dan kemampuan melemparkan beberapa pisau sekaligus.

Namun demikian, Elf-san belum kalah. Mengembalikan keseimbangan, dia menepis dua, lalu meliukkan tubuh untuk mengelak empat pisau yang tersisa. Pisau-pisau itupun menancap ke pohon di belakangnya. Salah satunya hampir menyerempet pinggang, tapi masih dapat dihindari.

Keterampilannya dalam mengelak sesuatu merupakan hal menakjubkan.

Sayangnya, semua pisau itu bukan senjata normal. Sebagai bukti, Elf-san runtuh ke tanah dan mengalami kesulitan untuk bangun.

"Efeknya hebat, kan? Ini agak lambat bereaksi tapi cukup manjur. Racun sebelumnya sudah beredar, kau tidak akan mampu bergerak lagi"

"Kau....bajingan!!"

"Hei Bos, apa yang akan kita lakukan kalau dia meninggal?"

"Ya, baiklah. Racun itu memang kuat, tapi tidak dibuat untuk membunuh. Sayangnya, harganya sangat mahal"

"Kalau begitu, kita mungkin harus membuatnya membayar"

"Yah, begitulah. Akan merepotkan jika aku bertindak keras dan menyakiti dirinya"

"Itu benar. Oi, kami akan membuatmu mengerti bagaimana orang dewasa menghabiskan waktunya"

"Kau mungkin akan merasa terlalu nikmat, hingga seolah-olah berada di surga, hahaha!!"

"....Aku akan mati tapi itu bukanlah surga"

"Woah, Siapa yang---Guahg?!?!"

Sebuah pisau mendadak menembus tangan si pemimpin. Aku bergegas keluar menuju Elf-san dari balik pepohonan. Yang barusan memang ulahku.

Berdiri di hadapan para pria ini, aku menghalangi jalan mereka.

"Bos?! Bajingan! Dari mana asal....mu?"

"Tunggu....apa? Dia hanya bocah?!"

Awalnya mereka terguncang oleh kemunculan tiba-tiba, lalu beralih ke ekspresi penuh penghinaan setelah tahu bahwa yang menghadang mereka merupakan seorang anak kecil. Aku tidak keberatan telah diremehkan, tapi akan merepotkan jika diabaikan dan para pria ini berlanjut menargetkan Elf-san.

Haruskah aku memprovokasi mereka sedikit?.

"Begini, mungkin? Ah, ngomong-ngomong, aku adalah orang yang menyerangnya"

"Bocah nakal menyebalkan....beraninya kau melakukannya!"

"Seorang anak mempermainkan kita....Aku akan membunuhmu, sialan!"

"Itu pe-percuma! Larilah, nak!!"

Apa menyerang dan memprovokasi mereka belum cukup? Melihat ke belakang, Elf-san berteriak padaku sambil berjuang untuk berdiri. Aku paham arti dari tatapan putus asanya. Meskipun tahu bahwa dia akan di tangkap jika aku melarikan diri....sungguh perempuan baik.

Perasaan itu membuatku bahagia, namun tunggulah sebentar, ya.

"Ayah-san! Di sini, ada orang-orang jahat~!! "

Pura-pura melambaikan tangan, aku berteriak ke daerah dibelakang para pria. Kau tidak akan berpikir bahwa seorang anak akan berada di tengah-tengah hutan sendirian. Sebagian besar orang akan berada di bawah kesan kalau terdapat wali tak jauh darinya.

Jika anak tersebut berteriak bahwa ayahnya ada di balik punggung mereka, maka itu wajar untuk waspada terhadap serangan mendadak dan menengok ke belakang. Lalu apa sekarang? Kesempatan pun terlihat ketika mereka dengan bodoh mengikuti apa yang ku perkirakan.

Tepat pada waktu itu, aku mengaktifkan {Boost} pada satu lenganku dan mengayunkannya dua kali dengan kecepatan tinggi.

""Gyaa?!""

""Ga?!""

"Aww!!"

Satu pisau menusuk ke kaki masing-masing dari mereka. Tentu saja, ini semua berasal dari si pemimpin, bilah tajam berlapis racun.

Aku diam-diam mengumpulkan senjata-senjata itu, seluruh pisau yang Elf-san tangkis dan yang menancap di pohon menggunakan {String}.

"Itu bohong. Kenapa menghadap ke arah lain? Kalian penuh celah, ya"

"B-Bocah nakal sialan!!"

"Ngomong-ngomong, supaya kalian tahu, itu semua adalah pisau yang kalian awalnya miliki"

"B-Bos?! Penangkal! Beri kami obat penawarnya!!"

"Diam!! Aku yang pertama, lalu---....Ah!"

Aku mencuri tas kulit milik si pemimpin menggunakan {String} dan mengkonfirmasi isinya. Orang-orang itu tertegun. Aku mengabaikan mereka dan memverifikasi dua wadah seperti kaca. Satu memiliki warna berbahaya, dan yang lain tertera tulisan 'obat penawar'. Hou, jadi ini?.

Namun, tentang obat....bukankah ini hanya cukup untuk satu orang?.

"Hmm, hanya ada bagianmu sendiri di sini. Kau tidak mencemaskan rekanmu?"

"Hah?! A-Apa itu benar, Bos?!"

"K-Kalian salah paham! Hanya saja, jumlahnya tidak cukup!!"

"Oh, aku mengerti....kau memanfaatkan racun agar bisa memonopoli seluruh hasil bayaran, kan? Kalau kau memasukkannya ke dalam minuman atau sesuatu yang akan mereka makan, setelah itu...."

"Kau?! Jangan bilang, dengan niat seperti itu, kau...."

"Tahan!! Seluruh hal yang bocah nakal itu katakan hanyalah omong kosong!!"

"Dari awal, ada sesuatu yang aneh ketika kau menjadi pemimpinnya!!"

Haha, aku ingin sedikit lebih memanas-manasi, tapi ikatan mereka sudah hancur berkeping-keping lebih cepat daripada yang di harapkan. Tampaknya, ketidakpuasan mereka tentang kehidupan sehari-hari meletus. Meskipun si pemimpin memiliki keterampilan, namun ia tidak mempunyai sedikitpun karisma.

Aku menjauhkan diri dari orang-orang yang melontarkan sumpah serapah pada satu sama lain, dan berjalan ke tempat Elf-san berada.

"Apa kau baik baik saja?"

"Eemm....kesampingkan itu. Siapa sebenarnya dirimu?"

"Kita akan membicarakannya nanti. Pertama-tama, aku akan memeriksa lukamu"

Walaupun dia masih ragu, mungkin karena tubuh yang tak dapat bergerak dengan baik, dia membiarkanku merawatnya.

Pinggulnya tidak cedera, namun satu di lengannya mungkin dalam, darah belum berhenti mengalir. Aku tidak bisa dengan santai mengobati luka sementara orang-orang itu di dekat kami. Jadi, untuk sekarang, membungkus lukanya dengan handuk yang aku bawa dan memberi pertolongan pertama.

"Oi! Bocah nakal itu berada di dekat si Elf!!"

"Sialan! Ayo kita bunuh dia dulu!!"

Ups, sepertinya aku sedang di perhatikan.

Sementara memasukkan obat yang baru ku peroleh dari orang itu ke dalam tas, elf-san meletakkan tangannya di pipiku.

"Kau tidak boleh mengambil tindakan berbahaya lagi. Aku akan baik-baik saja, jadi cepat dan larilah"

"....Aku mengerti"

"Terima kasih, kau anak yang baik"

Mendapat senyuman indah dari onee-san secantik dirinya....itu merupakan kekuatan perusak yang luar biasa. Setelah sedikit terguncang, aku menyelinapkan lengan di bawah tubuhnya....

"Kalau begitu, ayo kita melarikan diri bersama-sama!"

"Tung---Heehh!?"

Aku mengaktifkan {Boost} dan mengangkatnya. Tentu saja, dalam gendongan putri.

Walaupun panjang lenganku tidak cukup untuk mengangkat tubuh perempuan dewasa, aku memaksa mendukung tubuhnya menggunakan {String}.

Dengan demikian, aku melarikan diri bersama Elf-san di pelukanku.

☆☆☆Chapter 8 berakhir disini☆☆☆

Catatan penulis=Elf muncul. Dan kemudian, seorang anak lima tahun mendadak menjadi lebih kuat.

Bagi mereka yang berharap untuk meningkat secara bertahap dalam hal kekuatan, aku minta maaf.

Dalam kasus'nya', dia memang menyukai pelatihan, sehingga gembira ketika menjadi kuat secara nyata dan sebelum ia menyadari....

Semacam itulah perasaan yg ada.

Ke Halaman utama World Teacher
Ke Chapter selanjutnya


Comments

Popular posts from this blog

Kusoge Online (BETA) Bahasa Indonesia

108 Maidens chap 14 B. Indonesia