Kusoge chap 5 B. Indonesia

Chapter 5 EPILOG
Diterjemahkan oleh I-Fun Novel



Epilog



Setelah itu.

Azrael mengamuk di ruang Debugging.

"KENAPA KAU TIDAK MENGATAKANNYA LEBIH AWAAAALLLL?!?!?!?!?!"

Itu adalah keluhan yang cukup masuk akal darinya. Sasaraki memilih membalas dengan teriakan juga.

"AKU MENCOBA MEMBERITAHUMU KALAU ITU PATCH ROMANTIS, TAPI KAU TIDAK MENDENGARKANNYAAAA!!!!!!!!!"

Dan, berkat itu 'Pedang Sihir Gram' datang menebas diagonal pada laki-laki ini dari atas. Namun karena adanya Barrier Invincible, senjata Azrael memantul dan malah menggali ke dalam perutnya, mengakibatkan bunuh diri.

Ketika hidup kembali lima menit kemudian, selanjutnya ia mulai menyerang pada cincin pernikahan. Setelah 15 kali atau lebih mencoba, pedang itu melenceng dan malah menusuknya lagi.

"Itu terlihat lucu!"

Lizna berkata sambil mengikuti tingkah Azrael lalu meninggal juga. Tiga menit terlewat dan keduanya kembali.

"Ke-Kenapa jadi seperti ini....?!"

Azrael mengatakan sambil menangis tak terkendali.

"Lagi pula, perceraian! Aku memutuskan bercerai denganmu! Sekarang!!"

"Maaf....sepertinya sistem perceraian tidak ada...."

Fury menjelaskan, 'Perceraian? Apa arti kata itu? ☆ Cintamu adalah abadi ☆' Ternyata menurut Master mesum peri ini, tidak ada hal seperti 'perceraian'. Setelah menikah, kalian akan bersama-sama sampai hari dimana kematian memisahkan, tidak peduli apa.

Memang sebuah pandangan tentang pernikahan yang bagaikan dongeng.

"Yah, kalian berdua orang yang beruntung, kan?! Selamat!!"

"Ini bukan untuk di rayakan!!!"

"Pokoknya, semuanya berakhir tanpa ada yang mati!"

"Memang takkan ada yang mati dari awal!!!"

Seperti itulah, mereka berdua terus bertengkar sampai mencapai batas waktu login. Yang membawa kita ke saat ini.

Sasaraki telah melihat keduanya pergi dan kembali ke ruang debugging, Alice menatapnya sambil tersenyum.

"Selamat datang kembali, Sasaraki"

Dia mengunyah keripik kentang di atas meja makan pendek. Di wajahnya, ia memasang ekspresi jahil. Dia terlihat menikmati situasi.

Sasaraki mengangguk ringan dan duduk berlawanan dari si dewi. Dia juga mengambil keripik kentang dan mulai mengunyah. Tak ada rasa tapi itu seolah-olah dapat menenangkannya.

"Hari ini sulit, bukan? Terima kasih atas kerja kerasmu"

Alice tertawa.

"Bagaimana dengan Azrael?"

"Benar-benar marah"

"Sesuai dugaan ya"

Alice menghela napas yang terbawa oleh suara hati.

"Tapi maklumi saja. Azrael serius tentang semua ini dengan caranya sendiri"

"Iya, aku tahu"

"Selanjutnya, ayo kita minta maaf kepada mereka bersama-sama. Dan Fury juga"

Alice menengok ke samping dinding ruang debugging. Singgasana itu masih berdiri di sana. Sambil berada pada kursi megah, Azrael telah serius bersedia untuk memberikan hidupnya. Dia sudah mencoba untuk mengorbankan diri agar dapat menyelamatkan semua orang. Meskipun sia-sia. Dan meskipun dia dilanda ketakutan menjelang akhir. Setidaknya, tekad gadis itu adalah nyata.

Ketika Sasaraki ingat kata-kata Azrael yang takut akan kematian, dadanya mulai terasa sakit lagi.

"....Kita tidak boleh....membiarkan kejadian yang membuat setiap orang memegang tekad seperti itu lagi"

Alice mengatakan dalam desahan.

"Benar-benar menikmati game di mana nyawa yang jadi taruhannya"

Mulut lembutnya berlanjut menggigit keripik kentang lain.

"Itu hanya sesuatu untuk orang-orang yang memiliki isi kepala lucu"

Alice meneruskan seolah berbicara kepada dirinya sendiri.

"Seseorang mati didalam game. Benar-benar mustahil"

Beberapa detik keheningan lewat. Mungkin seperti yang dikatakan Alice.

Namun, sesuatu mengganggunya.

"Hm? Ada yang salah, Sasaraki?"

Alice tersenyum manis.

Dia adalah gadis berambut panjang dengan warna perak. Memiliki job 'Dewi Pencipta'. Tampak seperti anak SD tapi berpengalaman dalam game, dan tidak peduli kapan waktu Sasaraki login, gadis ini akan ada di sana. Dia belum pernah melihat Alice tidur. Jelas, dirinya tidaklah normal.

Demi itu, mereka harus memberikan yang terbaik dan pertama-tama adalah merancang lantai.

"Kita juga harus melakukan lebih baik agar tidak kalah dalam persaingan, kan?"

"Persaingan?"

Alice mengerjap tak henti-hentinya untuk beberapa alasan. Akhirnya, ia bertepuk tangan seolah-olah baru saja ingat.

"Ah~, kau sedang berbicara tentang perusahaan game Ultimate? Kau tidak perlu khawatir"

"Hah? Kenapa?"

"Aku sudah bilang, kan?"

Alice menjentikkan jari-jarinya.

Iklan Ultimate World Online mulai dimainkan pada layar. Ultimate Reality, Game Terbaik Sepanjang Masa, kata-kata semacam itu menggedor layar.

"Sebuah iklan komersial seperti mimpi, kan?"

"Yah, benar"

"Itulah sebabnya...."

Alice tersenyum lebar dan mengumumkan.

"Ini pasti akan menjadi cukup bodoh"


☆☆☆☆


Keesokan harinya.

Sebuah papan buletin internet sedang terpampang pada layar utama ruang debugging.

Sasaraki bersama-sama dengan Azrael dan Lizna, menatap sekumpulan postingan yang tertera disana

{Menakutkan. Warnanya. Ini telah diatur pada negatif, seperti film horor!!}

{Semua waktu yang aku sudah lewati, terasa dimulut seolah-olah aku sedang mengunyah kerikil! Apa-apaan ini?!}

{Semua orang respawn di tempat yang sama persis, jadi aku ditusuk dan dibunuh oleh senjata semua orang di detik diriku kembali hidup}

{HELP ME : Ketika meninggalkan kota, aku jatuh melewati tanah dan terjebak di dalam lubang hitam!!}

{Siapa orang sialan yang telah menyetujui perilisan kusoge ini?!?!}

Itu adalah ulasan dari Ultimate World Online. Seratus kali lebih buruk dari apa yang biasanya mereka telah lihat. Ternyata bahwa game yang dirilis adalah kusoge terburuk dalam sejarah.

"....Apa yang harus aku katakan?"

Melihat ke sisi, Azrael dan Lizna sedang ternganga lebar. Sepertinya perasaan mereka sama.

"Game ini...."

Azrael bergumam dalam desahan.

"Perwujudan kejahatan yang jauh, jauh lebih rendahan ya....?"

"Terima kasih, Azrael"

Alice menjawab dengan senyuman.

"Alice, kau sudah tahu hal ini sebelumnya, kan? Bagaimana kau bisa menebak kalau akan menjadi kusoge?"

"Sederhana saja"

Dia mengangkat telunjuk.

"Tak ada hal bagus bisa datang dari MMO yang dirilis tanpa open beta"

"....Benar juga"

Sasaraki telah belajar tentang jalan keras ini.

"Bukankah lebih baik jika mereka bersabar dalam merilisnya?"

"Sebuah game yang belum dirilis tidak menghasilkan uang"

Alice menarik tanda dolar di udara dengan jemarinya.

"Jika kau serius tentang menciptakan dunia yang realistis, itu akan dikenakan biaya 10.000.000.000, sampai mungkin 100.000.000.000 yen, kau tahu? Pada awalnya mereka mungkin memiliki anggaran itu. Tapi sepertinya, mereka sudah tidak sabar lagi lalu memaksa perilisan meskipun jauh dari kata lengkap"

"Benar-benar, kisah yang membunuh semua impian...."

"Itulah dunia nyata"

Alice tertawa kecil, 'Fufufu'.

"Pekerjaan gamemaster adalah untuk membiarkan para pemain melihat impian dalam harapan di dunia tanpa mimpi ini"

"Apakah begitu?"

"Begitulah~ Di sini, kita lihat"

Alice menjentikkan jari-jarinya.

Seorang gadis muncul di layar utama. Dia memiliki rambut hitam pendek, dan bersenjatakan epee. Jika laki-laki ini mengingat dengan benar, dia adalah salah satu orang yang Sasaraki telah basmi di dungeon terakhir, pemain bernama Tiolis.

Rupanya, ia sedang mengadakan pidato di hadapan sekelompok pemain pada alun-alun kota.

{Tantangan akhir dari 'The Cave of the End of Start' telah gagal. Namun, ini bukan yang terakhir. Tantangan ini hanyalah awal saja! Kita sedang di uji sekarang! Ayo kita berusaha untuk tidak kalah dengan perangkap mereka, para pengembang jahat!! Kita akan bersama-sama menyaksikan lantai dua ditemukan tanpa gagal!!!}

{OOOOOOOOOOHHHHHHH!!!!!!!!}

Teriakan sorak-sorai mengepung gadis itu. Tiolis sangat terharu sambil meneteskan air mata, membuatnya berkata.

{Terima kasih!! Terima kasih, semuanya!!!}

Mereka benar-benar terlihat akan bersenang-senang.

"Lihat? Upaya kita terbayarkan, ya kan?"

"Apa benar-benar tidak apa-apa untuk memanggil Pembunuhan massal itu sebagai 'upaya'?"

"Begitulah. Ditambah, itu bukan hanya perempuan ini"

Jarinya dijentikkan lagi dan layar besar kembali menggeser pemandangan.

Pergantian tampilan adalah dungeon tutorial yang Sasaraki telah buat. Lebih tepatnya, ruangan dengan peti harta.

Ada tiga gadis yang sedang membahas sesuatu di sebelah sebuah peti. Dia mengetahui mereka. Dua dari mereka dari dungeon terakhir. Dan yang lainnya, jika ingatan Sasaraki benar, adalah gadis pemula yang dirinya pernah temui, Rigel.

{Apa yang harus kita lakukan, Seshiriko-chan?! Peti ini berbau perangkap!!}

{Tenanglah, Sarapi. Aku punya rencana yang sangat mudah dan aman}

{Ada perasaan buruk tentang ini, tapi apa rencanamu?}

{Sarapi-ku yang terampil akan memeriksa apakah ini perangkap atau tidak sementara diriku akan bersembunyi di kejauhan dan menunggu hasilnya}

{Aku mengerti. Memang rencana yang sangat mudah....tunggu, AKU TIDAK AKAN TERTIPU!!!!!}

{....Um, jika kau sudah tahu ini jebakan, tidak bisakah kita hanya meninggalkannya?}

Rigel bergumam dengan ekspresi heran, dua lainnya mengangkat suara mereka.

{Oooh!!}

{Aku tidak memikirkannya! Pemula kita di sini benar-benar cerdas, ya?!}

{Lebih pintar daripada diriku. Ohoh. Aku sekarang merasakan krisis identitas}

{Ka-Kalian pikir begitu? Aku hanya menyatakan hal yang sudah jelas....}

Rigel berkata malu-malu tapi terlihat tidak puas karena mendapat kepercayaan orang lain.

"....Mereka juga terlihat akan bersenang-senang, kan?"

Meskipun tutorial tidak benar-benar membantu. Gadis-gadis ini juga pasti akan kecewa jika game berakhir.

Jadi Sasaraki tidak harus menyerah.

Ketiganya masih menikmati dunia ini.

Sama seperti Lizna dan Azrael, mereka semua mencoba membuat kenangan. Dengan begitu, dia tidak bisa membiarkan tempat ini menghadapi akhirnya. Meskipun itu bahkan adalah kusoge yang melenceng dari akal sehat.

Sasaraki menatap layar utama dan mengangguk.

"Kita akan membiarkan mereka mendapatkan lebih kegembiraan, ya kan?"

Alice tersenyum manis.

"Balasan bagus!"

Sambil mengatakannya, dia melompat dari atas kotak jeruk mandarin. Setelah berputar, sang dewi lagi-lagi menjentikkan jarinya.

Layar utama sekarang menunjukkan pemandangan lautan.

Lantai kedua, 'The End of the Endless Ocean'.

"Ayo kita lanjutkan membuat lantai kedua demi membiarkan pemain-pemain ini menikmatinya!!"



Sword & Magic Online.

Dua minggu lagi sampai akhir layanan.



☆☆☆Epilog berakhir disini☆☆☆


Ke Halaman utama Kusoge Online (BETA)
Ke Extra



Comments

Popular posts from this blog

Kusoge Online (BETA) Bahasa Indonesia

108 Maidens chap 14 B. Indonesia