World Teacher chap 12 B. Indonesia

Chapter 12 Pertemuan yang menentukan
Diterjemahkan oleh I-Fun Novel




Bagian 1


Aku merenungkan sesuatu.

Lior menjadi guru untuk memunculkan lawan yang mampu berhadap-hadapaan sejajar dengan dia. Lalu, kenapa diriku menjadi seorang guru dalam kehidupan sebelumnya?.

Secara resmi, itu karena seiring bertambahnya usia, pekerjaan terasa semakin berat. Aku memutuskan untuk menyerahkan obor* ke generasi berikutnya. Di lain hal, alasan sesungguhnya adalah seorang gadis kecil tertentu.
[Diartikan sebagai menurunkan/menyerahkan tugas kepada seseorang yang masih mampu]

Aku kira ini terjadi ketika diriku menguak jaringan ilegal perdagangan manusia.

Menyelinap ke dalam fasilitas lalu menghancurkannya, aku menemukan sekumpulan anak tak dikenal disana. Dengan demikian, organisasi dimana diriku bergabung menyelidiki asal usul mereka dan mengembalikan ke keluarga masing-masing atau dikirim ke panti asuhan....kecuali seorang gadis kecil, yang bersikeras tidak mau meninggalkan sisiku.

Dia menjelaskan kalau diriku tampak bagaikan seorang pahlawan ketika menyelamatkannya. Karena dia memang tanpa orang tua dan tetap ingin bersama, aku memutuskan untuk merawatnya.

Pekerjaanku menuntut untuk tidak berdiam disuatu tempat, jadi aku mempercayakannya kepada seorang sahabat wanita. Awalnya memang enggan, namun setelah meyakinkan gadis ini, dia dengan patuh menerima keadaan. Walaupun kami jarang bertemu karena kesibukan, gadis itu tetap ceria.

Suatu hari, keingintahuannya merambah tentang pekerjaanku.

Niatnya murni untuk membantu. Berkata bahwa dia ingin menjadi pahlawan impian seperti sosokku. Walaupun pekerjaanku tidak seindah yang gadis ini bayangkan, bahkan hingga menjelaskan tentang sisi kotor dari 'pembunuh bayaran', kehendaknya tidak bergeming sama sekali.

Saat melihat gadis ini, pikiran untuk pensiun dan menjadi guru ketika mencapai usia tua melintas.

Gadis yang kemudian mempunyai kebiasan memanggilku ayah inipun menjadi siswa pertamaku.

Meskipun itu terbilang alasan sepele untuk menjadi seorang guru, diriku berangsur-angsur lebih bahagia saat menyaksikan pertumbuhan siswa. Aku semakin ingin mengajar dan terus mengajar, seiring waktu berlalu bahkan tak sedikitpun berubah terlepas setelah bereinkarnasi.

Dan sekali lagi, situasi yang sama mendekat....

Sudah setahun sejak diriku bertemu Fia dan Lior.

Aku memasuki usia enam tahun.

Menyelesaikan latihan pagi, dan sekarang berkeliaran di benua Adroad.
Akhir-akhir ini, aku berhenti mencari hal-hal dari langit, dan malah sering melakukan penjelajahan dengan berjalan kaki di hutan.

Aku menyerang monster-monster yang mendekat, membuat mereka berpencar dalam rangka untuk menemukan tanaman yang dapat dimakan, namun terutama untuk berlatih sebagai seorang petualang.

"Oh, ketemu. Matsutake*~" (Sirius)
[Jamur matsutake. Jamur yang berasal dari jepang]

Memang bukan matsutake dihidupku sebelumnya, melainkan jamur yang menyerupai itu. Meskipun memiliki nama resmi, aku menyebutnya jamur matsutake karena sudah terbiasa. Tanaman ini sangat jarang ditemukan sekaligus lezat, jadi aku sedang berpikir apa harus menambahkannya di makan malam hari ini.

Saat memetik itu dengan wajah senang, perutku mulai merasa lapar, sebagian penyebabnya karena membayangkan tentang makan malam. Saat ini hampir tengah hari sesuai dengan posisi matahari. Aku duduk di suatu batu, dan mengambil sebuah bekal makan siang.

Ketiga orang memutuskan membuat makan siang secara bergantian, aku bertanya-tanya siapa orang yang mendapat giliran hari ini.

"Ohh. Erina, ya"

Terdapat lauk warna-warni di dalam, juga dikemas dengan sandwich sayur dan daging, ini merupakan makanan favoritku. Pertumbuhanku maju pesat, seiring dengan nafsu makan yang bertambah. Tahun lalu, aku sudah akan kenyang hanya dari setengah porsi bekal ini, tapi sekarang perutku mampu menampung semuanya.

"Mmm, lezat. Ups, aku harus menghubunginya"

Teringat suatu hal, aku mengumpulkan sejumlah kecil mana, dan meluncurkannya, bertujuan kepada Erina di kejauhan.

(A-ya....Canis Mayor di sini. Tak ada yang tidak normal di siang hari ini. Makanannya juga lezat. Over)

Itu bukanlah monolog. Melainkan sihir baru yang aku kembangkan, {Call}.

Sihir ini memiliki prinsip yang sama dengan gelombang radio. Membuat Mana bergetar dalam berbagai frekuensi sehingga mampu membentuk kata-kata dan melepaskannya pada seseorang. Adapun kesan dari sisi penerima, mereka akan mendengarnya dalam bentuk sensasi aneh yang bergema langsung di otak. Ini tentu sangat mudah, seperti ponsel, tapi hanya lalu lintas satu arah karena aku sendiri yang bisa menggunakannya.

Walaupun dikatakan sebagai gelombang radio, ada kemungkinan bisa bocor ke pihak lain dengan panjang gelombang serupa di jalan, karena masih terbuat dari Mana. Oleh sebab itu, aku menamai diriku dengan nama kode dan memastikan untuk tidak menyebutkan nama si penerima.

Yah, tampaknya ada mantra angin yang mengirimkan suara dalam bentuk angin dan menembakkan itu ke kejauhan.

{Call} memang masih dalam tahap pengujian. Meski begitu, aku tetap menggunakannya sejak menerima suaraku memberikan rasa aman kepada Erina. Aku harus bereksperimen di tempat ramai penduduk dan memeriksa jarak maksimum.

Seusai menyelesaikan laporan satu arah, aku melanjutkan makan. Mmmm, bertanya-tanya bagaimana bisa rasa selezat ini tercipta, diriku takkan mampu membuat hal yang sama meskipun mencoba meniru berulang kali. Tampaknya seleraku dikenal baik.

Ketika menghabiskan 80 persen isi bekal, aku merasakan kehadiran dari kedalaman hutan dan mengaktifkan {Search}. Pada radar yang tergambar di otak, respon datang dari sesuatu yang mendekat dalam kecepatan tinggi. Aku memutuskan menaruh bekal, berdiri dan menengok kearah mahkluk itu.

Keempat kakinya seelegan kuda dengan tubuh yang sangat gemuk, memiliki dua tanduk indah besar, itu merupakan binatang aneh berpenampilan tak seimbang. Kalau ingatanku benar, itu disebut Beonifang.

Dia menetapkan diriku sebagai sasaran, berlari menghantamkan tubuh dengan ganas sambil menunjuk dua tanduknya ke arahku.

"Sangat membosankan---Oh?"

Kecepatannya hebat, tapi serangan frontal yang tampak mengesankan ternyata mudah dihindari. Aku menebasnya saat kami berpapasan satu sama lain, namun pedang hanya mampu membuat potongan dangkal, itu di tingkat meninggalkan luka kecil di wajahnya. Karena kulit kerasnya, sepertinya tidak mungkin untuk menghabisi mahkluk ini tanpa meningkatkan kekuatanku.

Monster itu datang kembali dan menyeruduk sekali lagi. Sebelumnya, aku menghindar ke samping, tapi sekarang aku melakukannya dengan melompat dan mendarat di punggungnya. Aku akan mencoba untuk membunuh makhluk ini secepat mungkin, sebelum dia mulai meronta-ronta.

"Bagaimana dengan yang ini!!"

Aku menusuk pusat dahinya, bagian terdekat dengan otak menggunakan pisau mithril yang aku peroleh dari Fia. Seperti yang diharapkan dari logam fantasi, bilahnya tenggelam hampir tanpa kendala. Tubuh monster gemetar hanya sesaat kemudian roboh ke tanah.

"Kaki mahkluk ini luar biasa indah, apa rasanya lezat? Nah, mungkin tidak akan masalah untuk memanggangnya, kan?"

Monster ini memiliki kulit keras yang dapat menahan alat bertepi tajam. Tampaknya ia bisa menghadapi sekelompok petualang peringkat menengah berkat hempasan tubuh yang kuat, tapi asalkan seseorang mampu menyerang titik lemahnya, dia dapat diurus dengan mudah.

Dalam kasus Lior, aku pikir dia akan memotong mahkluk ini menjadi setengah langsung dari depan.

Sementara mengambil sirloin* untuk dipanggang dan menaruhnya ke dalam tas tanpa mengurus darah, aku sekali lagi merasakan kehadiran dari hutan. Seketika {Search} diaktifkan, aku mendapatkan sinyal dari monster yang sama.
[Daging pinggang]

Terdapat juga dua kehadiran dan monster itu sedang menuju kearah mereka. Mungkinkah....

Aku meneliti semua respon dengan lebih rinci menggunakan {Search} sambil berlari ke daerah mahkluk itu berada. Tidak salah lagi, ini kehadiran humanoid.

Memanfaatkan cabang-cabang sebagai pijakan untuk memantul, aku terus berlari, melambung melalui pepohonan. Dengan lancar melanjutkan tanpa kehilangan kecepatan sama sekali, mataku akhirnya menangkap sosok-sosok kehadiran itu.

Tepat di samping sebuah pohon yang rusak karena tubrukan tubuh si monster, terdapat dua anak, satunya roboh dan yang lain terduduk kelelahan. Menargetkan mereka, Beonifang menekan kakinya ke tanah lalu menerjang ke depan.

Hanya ada satu hal yang harus dilakukan.

"Dropkiiiick!!!!!*"
[Lucu. Jadi gak aku terjemahin XD ]

Aku melesat ke bawah dengan kekuatan yang stabil lalu menyerang sisi wajahnya menggunakan kedua kaki, melakukan tendangan yang akan membuat malu seorang pegulat pro. Sejak {Boost} ditambahkan, tubuh monster itu terpental jauh sambil bergulingan di tanah dan menabrak beberapa pohon. Aku pikir ini tidak cukup untuk mengalahkannya, jadi aku melanjutkan.

"{Magnum}"

Ketika monster itu berhenti berguling, sebuah peluru secara akurat mencapai kepalanya dan memberikan pukulan penghabisan.

Meskipun kepalanya meledak, dari apa yang aku lihat, dia tampaknya telah mati karena tendangan....atau begitu lah. Tapi, apa-apaan itu? Apa kekuatan sihir pistol telah meningkat menjadi lebih kuat? Aku merasa ini lebih kuat dari keluarga utama*.
[Ungkapan jepang. Intinya dia mengatakan kalo kekuatannya berada di tingkat yang keterlaluan]

Kesampingkan itu, monster lainnya akan berkumpul karena bau darah, mungkin bahkan ada banyak dan datang dalam waktu cepat.

Memperhatika kedua anak, mereka berasal dari ras binatang, laki-laki dan perempuan.

Mereka seumuran denganku, memiliki rambut berwarna perak, ekor lebat dan telinga lurus terlihat seperti serigala atau anjing. Perempuan ini tampak sedikit lebih tua namun keduanya mempunyai penampilan sama. Apakah mereka bersaudara?

Pakaian keduanya compang-camping. Bahkan si perempuan mengenakan sepotong kain yang hanya menyembunyikan bagian-bagian penting dari tubuh kering kerontangnya dan penuh bekas luka sekaligus memar. Hal paling mengkhawatirkan adalah kerah logam di leher mereka.

Ukurannya terlalu besar dan jelas bukan sejenis aksesoris yang seorang anak akan kenakan.

Anak laki-laki itu pingsan, sedangkan si gadis membuka matanya dan menghadap kearah sini dengan pandangan kosong karena kejutan. Seperti yang bisa di duga kalau tatapannya berfokus kepadaku, dia meringkukkan dirinya sementara masih melihat dan melindungi anak laki-laki itu dengan tangannya.

"-! A---....mel---....---ku"

Apa tenggorokannya sakit? Suaranya serak dan tersendat-sendat tanpa bisa kudengar dengan baik.

Aku telah menyaksikan orang-orang seperti ini dalam kehidupanku sebelumnya. Tak ada yang peduli pada mereka yang tinggal di daerah tanpa hukum dan tak dianggap oleh negara, budak. Tanpa hak asasi manusia dan sejenisnya, semua budak diperlakukan seolah-olah barang sekali pakai dan dibuang. Akhirnya memiliki mata yang tampak mati.

Namun, gadis kecil ini berbeda. Dia dalam situasi di mana dia kewalahan tanpa mampu sepenuhnya menggerakkan tubuh. Meskipun begitu, matanya menunjukkan tekad bulat.

....Aku....akan melindungi....adikku....



Itu adalah suara yang aku berhasil tangkap darinya dengan meningkatkan indra pendengaran.

Saat aku mendekat selangkah demi selangkah, ia mencoba untuk melarikan diri, namun anggota tubuhnya menolak.

Satu langkah lagi. Tubuhnya gemetar, dia benar-benar takut oleh diriku tapi masih bersikeras menatap dan tidak membiarkan tangannya menjauh dari adiknya.

Langkah lain berayun, gadis itu berada tepat di bawah mataku.

Aku semakin mendekat sambil menyembunyikan tanganku, yang mungkin membuatnya takut. Walaupun begitu....tatapannya masih kuat.

Posturku membungkuk sedikit untuk mencocokkan garis pandang dan menaruh tanganku di atas kepala gadis kecil itu lalu berbicara perlahan.

"Tidak apa-apa. Aku bukan musuh"

Melontarkan untaian kata yang sama padanya---yang pernah kuberikan pada si gadis kecil di masa lalu.

Sekarang, gadis ini berada dalam keadaan di mana ia menganggap siapapun sebagai musuh, jadi pertama-tama aku harus membuat dia mengerti bahwa aku tidak akan membahayakan dirinya sama sekali.

"Kau melindungi adikmu, kan? Kau sudah melakukan yang terbaik. Aku akan membantu, jadi beristirahatlah sekarang"

Aku menepuk rambutnya yang kusut dengan perasaan penuh kasih sayang.

Di masa lalu, aku mengelus si gadis kecil dengan cara yang kasar. Tapi kali ini, aku mencoba untuk melakukannya sesuai yang Erina selalu lakukan untukku. Mungkin itu bekerja, kewaspadaan gadis ini memudar dan secara bersamaan jatuh, dia kehilangan kesadaran sambil sedikit menumpahkan aliran air mata.

Astaga, aku masih belum tahu benar identitas anak-anak ini tetapi pergantian peristiwanya agak aneh.

Anak-anak sedang dikejar oleh sejenis monster merupakan hal yang biasa di dunia ini, tak ada yang akan menyalahkanku bahkan jika aku meninggalkan mereka. Sebaliknya, akan merepotkan kalau aku tidak meninggalkan mereka. Aku masih berusia enam tahun, ada juga para penghuni rumah. Berpikir tentang masa depan, kami tidak akan mampu untuk mendukung dua orang lagi.

Namun, ucapan 'aku akan membantu' sudah terlanjur keluar. Aku tidak bisa berpura-pura membawa mereka seperti hewan peliharaan hanya karena keduanya memiliki telinga anjing, kan? Apa yang akan Erina katakan tentang hal ini?

Bersamaan dengan diriku yang khawatir, kehadiran sekitar sedang meningkat, mereka terpikat oleh bau darah. Tak ada waktu lagi, sehingga apa boleh buat.

"Untuk saat ini....lanjutkan saja!!"

Mengikat keduanya dengan {String}, diriku terbang sambil membawa mereka menjauh dari tempat itu.

☆☆☆

Bagian 2


"....Dan, aku datang untuk meminta saranmu, pria tua. Tolong lakukan sesuatu"

Aku mengubah lokasi ke rumah Lior.

Si pria tua menatapku bingung ketika aku datang membawa keduanya, tapi dia tidak mengatakan apapun dan hanya pergi menyiapkan tempat tidur.

Aku meletakkan anak-anak ini di kasur dan segera menjelaskan situasi. Alasan berkonsultasi dengannya karena ia memiliki pengalaman sebanyak umurnya.

"Apa-apaan itu? Tidak bertanggung jawab. Bahkan jika kau memintaku untuk melakukan sesuatu, kaulah orang yang mengambil mereka"

Sesuai perkiraan ya~. Ah, lagipula aku sudah memutuskan apa yang harus dilakukan.

"Bahkan tanpa harus diberitahu, kau telah membuat keputusan, kan? Jadi, apa yang kau ragukan?"

"Tidak, ini hanya Erina...."

"Hahahahaha!! Pria kuat yang menjatuhkanku takut oleh salah satu pelayannya?!"

"Diam, Erina menakutkan"

Ini adalah ketakutan yang hanya keluarga akan tahu. Diri lamaku memang tidak mengetahui itu, tapi si pria tua pensiun tidak akan mengerti.

Aku kira itu jelas dari aliran obrolan, tapi diriku membuat keputusan untuk kembali ke rumah dengan membawa keduanya. Aku mungkin bahkan berakhir bertengkar dengan Erina, namun tak ada pilihan lain selain meninggalkan anak-anak ini.

"Walaupun tidak benar-benar menggangguku, mengapa kau membawa mereka kesini? Kau bisa saja langsung pulang ke rumahmu"

"Aku sungguh-sungguh hanya ingin meminta saranmu. Tapi pertama-tama aku ingin menanyakan ini, keduanya budak, kan?"

Seluruh penampilan mereka lusuh dan memiliki kerah aneh. Meskipun aku hampir yakin bahwa mereka budak, aku ingin mendengar pendapat dari Lior yang pernah berkeliling dunia.

"Memang budak, bisa dikatakan dengan pasti. Kerah-kerah itu adalah bukti yang paling meyakinkan"

"Seperti yang kupikirkan. Apa kerah ini memiliki efek lain selain penampilannya? Aku bisa merasakan sedikit Mana disini"

"Ini adalah alat yang disebut {Kerah Penaklukan}, ketika kontraktor memakaikannya kepada seseorang, dapat dikatakan ia telah memegang hidupnya. Jika kontraktor itu ingin, ini bisa menyebabkan tubuh seseorang menderita rasa sakit akut, dan bahkan kalau dia melarikan diri, kerah akan terus memancarkan Mana untuk memberitahu lokasinya. Yang membuat hal-hal buruk adalah Mana yang dipancarkan berasal dari pemakainya. Saat Mana terus berkurang, orang tersebut akan secara bertahap kekeringan sampai akhirnya meninggal"

"Jika itu benar maka akan menjadi masalah kalau kita tidak melepasnya sesegera mungkin"

"Ada satu hal lagi, {Kerah Penaklukan} tidak dapat di lepas tanpa kunci dari si kontraktor. Selain itu, melepasnya secara paksa bisa membahayakan pemakainya. Ini merepotkan dalam berbagai cara"

Dilihat lebih dekat, terdapat sebuah lubang kunci dibagian kerah. Tidak tampak rumit, hanya tipikal lubang gembok sederhana. Bagaimanapun, Mana mengalir keluar dari sana. Apa lokasi ini sedang dikirim ke kontraktornya sekarang?

"Dari apa yang aku dengar, ada lingkarang sihir rumit tergambar di dalam lubang kunci, ini tampaknya kerah tingkat menengah. Karena membutuhkan banyak waktu dan usaha untuk membuatnya, benda ini cukup mahal"

"Kerah ini mahal atau tidak, aku tidak peduli. Aku membenci hal semacam ini. Apa ada cara untuk melepasnya selain menggunakan kunci?"

"Mmm, mungkin aku bisa mengambil risiko dan mencoba untuk mengirisnya dengan pedang?"

"Walaupun aku percaya pada kemampuanmu, tinggalkan itu sebagai pilihan terakhir. Tunggulah sebentar, aku ingin mencoba sesuatu"

"Oho? Aku penasaran apa yang kau akan lakukan kali ini"

Mengabaikan si pria tua yang mulai bersemangat di belakang, aku harus mencobanya dulu kepada anak laki-laki ini?

Tanganku mendekati kerah dan mengaktifkan sihir baru, {Scan}.

Sihir ini mampu menggambarkan struktur objek di dalam otak dengan melewatkan Mana pada target. Dalam hidupku sebelumnya, ini mirip x-ray. Jika {Search} cocok untuk eksplorasi dalam jangkauan luas, {Scan} lebih bertujuan meningkatkan akurasi dengan mempersempit target sampai minimum.

Kekurangannya adalah tidak bisa menggambarkan secara detail kalau objeknya berada di kejauhan tangan. Aku bereksperimen menggunakan alat-alat sihir dan mengetahui bahwa ini tidaklah berbahaya, aku juga memastikan keamanannya terhadap manusia dengan meminta Dee untuk bekerja sama, tentu saja karena dia mengizinkan.

Memahami struktur internal kerah, aku mengarahkan {Scan} untuk fokus pada lingkaran sihir. {Scan} tidak menunjukkan struktur internal objek namun hanya menunjukkan struktur dalam Mana. Aku memang tidak mengerti arti dari efek pada gambar di lingkaran sihir, tapi aku dapat melihat sumber Mana. Kalau sesuai ucapan Lior, maka kerah ini harusnya memiliki empat kemampuan.

Memberikan rasa sakit akut, menyerap Mana, memancarkan Mana, dan membahayakan pemakai saat rusak.

Seperti yang diharapkan, pada lingkaran sihir, empat inti terlihat. Di antaranya, dua telah diaktifkan, itu pasti penyerapan Mana dan pemancaran Mana. Andai aku entah bagaimana bisa mengurusi dua lainnya....

Aku lalu memperpanjang dua {String} tipis dari tangan kiri, dan mengganggu dua inti dari lubang kunci, mengaturnya ke arah lingkaran sihir. Memegang Mana, aku memutar semua bagian untuk menutupi lingkar dua inti.

Mengkonfirmasikan bahwa keduanya tertutup tanpa celah, aku mengambil pisau mithril digenggaman tangan kanan dan membawanya mendekati kerah.

"Maaf jika aku gagal"

Aku mengumpulkan {String} untuk menarik inti dan menghancurkannya. Pada saat yang sama, aku mengiris kerah dengan pisau. Benda itu membuat suara (tring) dan jatuh berguling di kakiku.

Melirik sekilas pada Lior yang tegang, aku menengok kembali pada anak ini dan meletakkan dua jari di hidungnya.

"....Pernapasan Dikonfirmasi. Dia masih hidup"

"Haaaa....Syukurlah~"

Ini merupakan pertaruhan yang nyaris, namun berhasil.

"Kau menakjubkan seperti biasa. Orang-orang yang merusak kerah mereka akan mengalami pendarahan hebat dari seluruh tubuh dan mati"

"Kalau kau tahu hasil semacam itu, jangan menyarankan untuk mengirisnya dengan pedangmu!!"

"Aku hanya berpikir mungkin bisa membelahnya tepat pada lingkaran sihir, hahahaha!!"

Lior mulai tertawa keras tanpa sedikitpun rasa malu. Aku mengerti alasannya, tapi sikap itu membuatku jengkel.

Aku meniru tindakan barusan untuk merusak milik gadis ini lalu memeriksa kerah, tapi itu sekarang hanya sampah belaka yang tidak memancarkan apapun karena tidak sedang menyerap Mana target. Mengetahui lingkaran sihir secara detail mungkin berguna untuk sesuatu, aku bertanya-tanya apakah aku harus membawanya pulang.

"Baiklah, masalah kerah telah terselaikan, apa yang akan terjadi kepada mereka berdua?"

"Sebuah kerah merupakan tanda pengenal bagi budak. Walaupun tanpa kunci, ini bisa terlepas. Kau dapat menganggap mereka sebagai warga sipil sekarang"

"Bagaimana awalnya seseorang menjadi budak? Aku bisa mengerti kalau mereka penjahat, tetapi keduanya terlalu muda untuk menjadi penjahat"

"Biasanya, penjahat adalah orang-orang yang dihukum ke dalam perbudakan, tapi mereka ini pasti diculik. Karena ras kedunya cukup langka"

"Langka ya, kau mengetahui itu?"

"Hmm, rambut keperakan dan ekor serigala....mereka mungkin dari ras serigala perak"

Ras serigala perak.

Mereka mempunyai telinga dan ekor serigala berwarna perak. Itu hanya satu dari banyaknya ras binatang. Total populasi mereka kecil, dan efisiensi tempur umumnya tinggi, ini adalah sebuah ras unik yang tinggal jauh di kedalaman hutan. Meskipun mereka juga memiliki banyak orang kasar dan pemarah, Tampaknya menjadi ras yang berpikir tentang sahabat dan menghargai ikatan antara suku dan keluarga.

Begitu lah, sumbernya adalah buku {Catatan Perjalanan Albert*}
[Entah sudah berapa banyak pengetahuan yg datang dari buku ini....Wikipedia dunia fantasy.]

"Bukan persoalan mereka langka atau apapun. Kesampingkan keduanya, aku sekarang mempunyai masalah di sini"

Apa yang harus aku katakan pada Erina?

'(Aku menginginkannya, aku tetap menginginkannya! Aku ingin budak~~!!!)' Haruskah aku melontarkan amukan kekanak-kanakan? Tidak, itu tidak akan terjadi.

"Aku dapat mengurus mereka"

"Walaupun aku menghargai sentimenmu, ini merupakan masalahku"

Aku pribadi yang memutuskan untuk membawa anak-anak ini. Itu sudah cukup, aku harus menguatkan diri.

Aku mengaktifkan {Call} bertujuan pada Erina sambil berpikir tentang apa yang harus disampaikan.

"(Hmmmmmm....Canis Mayor di sini. Aku akan kembali sekarang dengan membawa dua anak karena keadaan tertentu. Tolong siapkan tempat tidur di ruangan untuk tamu, over)"

Seusai melaporkan apa yang harus dilaporkan, aku menghela napas dalam-dalam. Karena tidak bisa melihat respon pihak lain, ponsel satu arah ini cukup menakutkan. Aku ingin mengembangkannya entah bagaimana.

"Baiklah, mungkin aku harus bergegas pulang ke rumah. Pria tua, apa kau memiliki karung besar atau sesuatu semacam itu?"

"Ya ada. Apa yang kau akan taruh di sana?"

"Aku ingin menempatkan keduanya di dalam. Ini untuk mencegah gerakan liar dan juga memblokir tekanan angin"

"Aku mengerti. Kemarilah, kau dapat memiliki ini"

"Terima kasih. Aku akan memberi ini sebagai imbalan"

Apa yang ku dorong ke dalam mulut si pria tua adalah sisa dari bekal makan siangku. Ini adalah cara yang sangat kasar, tapi hidangan lezat adalah keadilan. Faktanya, dia tersenyum ketika menelannya.

"Kau sangat beruntung memiliki pelayan yang memasak seenak ini. Nah, makanan buatanmu juga bagus. Buatkan aku makanan seenak itu lain kali, ya?"

Karena aku sudah diperlakukan dengan baik di sini, kadang-kadang aku memasak makanan sehingga kami bisa menikmatinya bersama-sama.

"Aku bukan pelayanmu pria tua, tapi aku akan melakukannya jika aku mau"

Memegang karung, di mana kedua anak terbungkus di lengan masing-masing, aku buru-buru pulang sambil berpikir bahwa diriku terlihat seperti penculik.

☆☆☆☆

Bagian 3


---Sudut pandang Noel ---

Namaku Noel.

Salah satu petugas* cantik yang melayani Sirius-sama. Karena Sirius-sama masih anak berumur enam tahun, kami mendukungnya---....adalah apa yang aku ingin katakan, tapi Sirius-sama begitu menakjubkan hingga ia tidak benar-benar membutuhkan dukungan.
[Kalian mungkin bingung. Aku juga ingat ingin menambahkan ini. Kalo aku menyebutkan 'Petugas' itu berarti seluruh orang yg melayani Sirius(3 orang). Dan kalo aku menyebutkan 'Pelayan' itu berarti cuman Noel dan Erina]

Menggunakan sihir hanya pada saat berusia tiga tahun, ia sampai sekarang terus mengembangkan bentuk-bentuk baru sihir dan mengukur kemampuan dengan berlatih tanding melawan Dee yang dulunya merupakan petualang lalu menang. Selain itu, ia memegang pengetahuan jauh melampaui kami, memanfaatkannya sebaik mungkin untuk kehidupan sehari-hari hanya demi kepentingan seluruh penghuni rumah, dia pria dengan bakat hebat.

Di atas semua itu, dia adalah seorang juru masak yang luar biasa. Menciptakan berbagai hidangan yang belum pernah terlihat sebelumnya, kami gembira setiap kali dia memperkenalkan satu masakan. Terutama untuk....hmm....mayonnez dan pouding*, itu semua adalah penemuan menakjubkan. Pertama kali mencicipinya, aku tertegun untuk sementara, keheranan dengan 'Bagaimana bisa hidangan selezat ini tercipta~~'. Aku merasa senang setiap kali mengingatnya....Ups! Aku mulai melantur.
[Noel tidak tau bagaimana cara mengucapkan Puding atau Mayones]

Namun, atribut Sirius-sama adalah Tanpa Warna. Atribut kemalangan yang selalu diejek sebagai tak berguna oleh dunia. Meskipun aku tidak tahu siapa yang pertama memiliki pemikiran seperti itu, aku hanya mengira kalau orang itu pasti keliru. Sebaliknya, kami sadar bahwa kami lah orang-orang yang lebih tak kompeten ketika menyaksikannya menggunakan sihir.

Pokoknya, dia bagaikan orang sempurna....namun sekarang, orang tersebut menggaruk bagian belakang kepala sambil membuat ekspresi wajah yang sangat gugup. Ini pertama kalinya aku melihat Sirius-sama kebingungan. Sangat manis~ tidak seperti diri jantan biasanya.

Ini adalah ruang untuk tamu, dan ada dua anak ras binatang tergeletak di tempat tidur. Bagaimana bisa sampai seperti ini? Nah, kejadiannya berlangsung tepat sore hari.

Ketika aku selesai makan siang, aku diminta untuk menyiapkan kamar untuk tamu oleh Erina-san.

Setelah bersih-bersih selesai, Sirius-sama pulang lalu mencari Erina-san untuk melaporkan sesuatu kepadanya.

Aku menuju ke ruangan depan sambil berpikir kalau dia kembali lebih awal hari ini, apa yang menangkap mataku adalah dua karung besar. Pada saat itu, aku mengira bahwa mungkin isinya merupakan beberapa bahan makanan baru.

Seusai mencoba bertanya tentang isi dari karung sementara sedikit bersemangat, ia hanya berpaling tanpa menjawab. Ketika Erina-san dan Dee-san datang, Sirius-sama membuka karung-karung itu.

"Apa....?"

Dee-san dan aku membeku. Anak-anak dengan penampilan sangat lusuh dan compang-camping? Hanya Erina-san yang tidak bergeming, ketika ia menegaskan kondisi mereka, ia melemparkan petunjuk kepada kami berdua.

"Dee, ambil obat-obatan dan air panas. Noel, bawa baju ganti untuk dua orang"

"Ah, Ya"

"Baiklah"

"Sirius-sama, karena aku akan meminta alasannya nanti, tempatkan mereka di kasur kamar untuk tamu sekarang"

"Aku mengerti"

Dan seperti itu, masing-masing dari kami melakukan perannya. Perawatan medis dasar untuk kedua anak segera berakhir.

Meskipun masih memiliki ekspresi gugup, Sirius-sama mulai menceritakan tentang alasan untuk kejadian ini.

Singkatnya, ia menemukan mereka saat diserang oleh seekor monster ketika bepergian di hutan.

Dia mengalahkan monster itu untuk melindungi mereka. Meskipun sempat ada pemikiran 'Darimana kau menculik anak-anak ini' di benakku, Sirius-sama bukanlah orang semacam itu. Aku ras binatang namun dia tidak mendiskriminasi diriku. Ditambah lagi, dia hebat karena bisa berteman dengan Elf-san dan Goutsurugi-san.

Bersamaan dengan melihat lebih dekat pakaian anak-anak ini, aku tersadar.

"Rupanya, dua anak ini adalah budak"

Wajar saja kalau penampilan mereka tampak akrab bagiku. Karena, bahkan aku dulunya seorang budak.

Aku diselamatkan sebelum yang terburuk terjadi, anak-anak ini mungkin saja telah mengalami hal-hal yang jauh lebih buruk dariku. Namun, aku cukup heran. Bukankah budak memiliki kerah logam sebagai identitas mereka?

"Aku merusak kerahnya. Satu masalah selesai, namun ada masalah lain. Aku membawa keduanya kesini untuk merawat luka-luka mereka"

""""Kau merusak kerahnya?!"""

Apa artinya itu?! Merusak kerah harusnya mematikan bagi si pemakai. Aku sering menyaksikan hal itu terjadi. Karena kami terlalu terkejut, ia mengatakan metode untuk merusaknya.

Ya, kami tahu itu sungguh mustahil untuk dilakukan.

"....Aku memahami alasanmu. Bagaimanapun, kita akan membiarkan mereka tidur dulu untuk sekarang"

"Terima kasih, Erina. Aku akan pergi menyiapkan makanan untuk mereka. Anak-anak ini dalam kondisi sangat lemah"

"Noel, bisa aku mengandalkanmu untuk menunggu dan mengawasi? Mungkin saat bangun, kewaspadaan mereka akan berkurang ketika melihat dirimu yang sama-sama dari ras binatang"

"Ya, tentu saja!"

"Sirius-sama, biarkan aku membantu"

"Tidak, Dee, kau harus tetap di sini bersama Noel. Berjaga-jaga kalau ada suatu hal yang terjadi"

"Baiklah, aku mengerti"

Ketika Sirius-sama dan Erina-san meninggalkan kamar, mendadak suasana menjadi sunyi. Dee-san bukan orang yang banyak bicara, dan aku tidak merasa ingin mengobrolkan suatu cerita yang tidak berguna. Setelah meletakkan kursi di samping tempat tidur, aku duduk dalam posisi yang bisa melihat wajah kedua anak ini. Apa Dee-san sedang mencoba agar tidak mengganggu? Dia duduk agak jauh.

Aku terus diam-diam melihat wajah kedunya untuk sementara waktu.

Mereka dalam kondisi yang benar-benar buruk. Bekas cambukan, memar dari diikat dengan paksa dan dan banyak luka yang masih berdarah. Aku juga menerima perlakuan seperti ini di masa lalu, tubuhku masih menggigil setiap kali mengingatnya.

Meskipun martabatku sebagai seorang wanita tidak disakiti untuk menghindari berkurangnya harga jual*, itu masihlah waktu yang mengerikan. Jika aku tidak diselamatkan oleh Aria-sama, entah bagaimana diriku akan berakhir.
[Artinya, Noel masih perawan]

Menakutkan....situasiku memang berbeda sekarang....Lalu, kenapa aku masih sangat gemetar?

"....Noel"

Dee mendekat dan menepuk bahuku. Walaupun ia memiliki wajah tanpa ekspresi seperti biasa, aku dapat mengerti kekhawatirannya. Ini disebabkan karena ia tahu masa lalu yang ku miliki, aku yakin dia ingin memberitahu 'Jangan terlalu memikirkannya'.

"....Aku baik-baik saja"

"....Baguslah"

Ya, benar, aku berbeda sekarang. Luka-luka dan memarku telah lenyap, dikelilingi oleh kegembiraan bersama semua orang. Lupakan itu, dan berpikirlah tentang anak-anak ini. Apa yang harus ku lakukan ketika mereka bangun?

Memberitahu 'Tidak apa-apa, kalian aman sekarang'. Hmmm....itu terlalu umum, kan?

'Berdirilah, kau sampah!!'*....Itu kata-kata yang Sirius-sama sering gunakan, tapi....entah bagaimana rasanya salah.
[Aku tidak menemukan terjemahan yg pas, jadi aku buat aja kayak gitu. Sepertinya, ini ucapan yg Sirius selalu gunakan saat berlatih bersama Noel]

'Kalian beruntung'....tapi aku tidak bisa tiba-tiba mengatakan itu.

Namun, tetap saja aku benar-benar berpikir bahwa anak-anak ini beruntung. Saat-saat menjadi budak pasti sangat buruk, tapi sekarang mereka sudah diselamatkan oleh Sirius-sama. Keduanya bisa menghabiskan hidup penuh senyuman seperti diriku sekarang.

....Aria-sama dan Sirius-sama benar-benar ibu dan anak. Mereka berdua sama-sama menyelamatkan budak dari ras binatang.

Kami mengamati dengan penuh perhatian kondisi kedua anak. Ketika Dee-san membuatkan teh, aku tersadar kalau sudah waktunya untuk mempersiapkan makan malam. Aku juga tidak melihat adanya perubahan kepada mereka. Mungkin akan baik-baik saja karena pernapasan mereka cukup tenang. Dugaanku, kedua anak ini akan segera bangun.

Bersamaan dengan diriku yang berniat  melaporkan situasi ke Sirius-sama, seseorang mengetuk pintu.

"Hei, ini aku"

Master kami datang pada waktu yang tepat. Ketika Dee-san membuka pintu, bau lezat mengisi seluruh ruangan. Tangan Sirius-sama memegang sebuah panci, aroma itu berasal dari sana. Aaah, ini pasti lezat~~~.

"....Ingin mencicipinya?"

"I-Itu bagian untuk kedua anak ini, kan?"

"Aku membuat terlalu banyak, jadi tidak apa-apa. Namun, ini diperuntukkan bagi orang-orang yang lemah, karena itulah rasanya tidak terlalu menonjol"

"Kalau begitu, aku akan dengan senang hati menerimanya~~"

Sirius-sama mengerti diriku dengan baik. Aku mengambil sedikit sup coklat muda tanpa bahan tambahan dan menuangkannya ke dalam cangkir.

Hmmm....rasanya memang agak kurang~. Tapi, itu bisa ditutupi oleh aromanya yang kaya, membuat hidungku gembira. Lagipula, ini lembut~~. Perlahan-lahan menyebar di perut dan menenangkan jiwa~~~....Begitu lah.

"Sirius-sama, tolong ajari aku resepnya"

Memasak juga mengalir dalam darah Dee-san, sehingga tidak mungkin dia tidak akan menuntut. Makanan ini tentunya merupakan yang terbaik untuk seseorang dalam kondisi lemah. Aku juga akan meminta untuk diajari nanti.

"....---Aaa....Uuuu"

"Ah?!"

Sementara kami memuji sup, gadis itu bangun. Apa ia terpikat oleh aroma makanan?

Pokoknya, awal sangatlah penting. Aku harus menyambutnya dengan benar. Wajar saja kalau dia ketakutan ketika bangun lalu bertemu orang asing, hm-hm*.
[Manggut-manggut XD ]

Tenanglah, jangan panik, kau hanya harus mengatakan kata-kata yang sudah kau pikirkan beberapa saat lalu.

Ini Mudah sekali~~.

"Hmmmm....Tidak apa-apa, kau aman sekarang. Kau benar-benar beruntung, bukan? Kau sampah!!"

....Hah? Baru saja, aku mencampurnya?

☆☆☆Chapter 12 berakhir disini☆☆☆

Catatan penerjemah=Bagaimana menurut kalian? Meskipun Noel merupakan sosok seorang perempuan yg lucu (secara harfiah) tapi dia ternyata dulunya pernah mengalami siksaan parah. Bagian ini mengajarkan agar kita lebih menghargai sesama, tanpa memandang siapa itu ^_^

Ke Halaman utama World teacher
Ke Chapter selanjutnya


Comments

  1. Padahal suasananya serius bagian akhirnya malah ancur,,, ngakak,,,
    Lanjuut min,,,

    ReplyDelete
  2. kocak tingkahnya noel :v lanjutkan min.....

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

108 Maidens chap 14 B. Indonesia

Kusoge Online (BETA) Bahasa Indonesia