World Teacher chap 24 B. Indonesia

Chapter 24 Kepala perusahaan Galgan
Diterjemahkan oleh I-Fun Novel




Bagian 1



Kota terdekat dengan rumah kami, Almest.

Skala kota ini berukuran lebih kecil dari Medria yang aku kunjungi kemarin, ketertiban umumnya juga tidak begitu baik. Aku sempat khawatir 'Apakah kota ini termasuk wilayah ayahku, Baldomyr?'. Juga, kenapa jumlah ras binatang disini sangat rendah?.

Meski begitu, disinilah Dee dan Noel berbelanja, dan di sini juga mereka membeli obat untuk Erina. Ini merupakan kota yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari kami.

Seiring dengan matahari yang terbit, kami berangkat dan sampai di Almest sebelum mencapai siang.

Begitu tiba di kota, Dee berpisah untuk mendapatkan sarana transportasi. Selagi berada di tempat ini, kami berkumpul untuk makan siang di sebuah restoran.

"Kalau dipikir-pikir, ini pertama kalinya kalian mengunjungi kota, kan~?"

Mengenakan jubah berkurudung hampir mencapai matanya, Noel menanyai kedua bersaudara yang memakai pakaian serupa. Mereka melakukan itu agar identitas sebagai ras binatang tetap rahasia, tapi ketika tiga orang dalam satu kelompok melakukan ini, bukankah malah semakin menonjol?

"Tidak, malah kami sering bepergian ke banyak kota ketika menjadi budak. Sayangnya, kami tidak dapat melihat jalanan karena terus-terusan berada di dalam kereta"

"Kami memang sampai di beberapa kota, tapi dipenjara sepanjang waktu. Jadi, ini pertama kalinya kami berjalan-jalan"

Inilah bukti bahwa mental mereka semakin kokoh. Tak ada sebercak kesedihan ataupun perasaan muram pada ekspresi kakak beradik walaupun sedang membahas masa lalu yang kelam.

"Aku mengerti~. Tidak aneh kalau kalian terlihat gelisah seperti itu"

"Ya! Disini penuh dengan hal-hal baru!"

"Agak misterius. Ada berbagai orang, berbagai aromapun juga bercampur"

"Benarkan~? Aku juga begitu disaat pertama kalinya pergi ke tempat ramai. Setelah dibawa oleh Aria-sama, aku merasa sangat khawatir dan gugup....Hanya saja, tangan hangat Aria-sama yang aku genggam saat itu tak pernah kulepaskan bahkan setelah kami keluar dari kota"

"Noel-nee juga memiliki saat-saat itu ya"

"Wajar saja, kan~? Maksudku, kalian berdua memegangi pakaian Sirius-sama dari tadi"

Benar. Itu tidak akan terlihat karena posisi duduk kami yang memiliki jarak, namun sejak tiba dikota ini mereka terus menggenggam lengan bajuku. Mungkin ini karena kecurigaan terhadap manusia yang masih tersisa dari waktu mereka menjadi budak. Aku ingin keduanya cepat terbiasa, pakaianku mulai mengkerut.

"....Banyaknya manusia membuatku resah. Namun saat bersama Sirius-sama, aku bisa tenang"

"Iya, ada banyak sekali! Tapi, Aniki yang terbiasa dengan ini sungguh hebat!"

"Itu dari pengalaman. Aku pernah berkunjung ke daerah-daerah yang lebih padat daripada disini"

Jika kau telah merasakan longsoran penduduk yang memenuhi jalanan di kota-kota pada kehidupanku sebelumnya, disini seperti bukan apa-apa.

"Kepadatan penduduk disini pasti bisa membuat kalian terbiasa dengan cepat. Lagipula, kekuatan kalian berdua telah melampaui petualang umum di sekitar sini. Percaya dirilah"

"Mengerti"

"Ya! Jika ada banyak orang setingkat kami ataupun lebih, itu akan mengkhawatirkan....hanya saja, ini...."

Sambil mengulurkan sumpit ke tumisan daging dan sayuran yang kami pesan, Reus memiringkan kepalanya. Ia tidak berhenti makan, tapi itu sudah menandakan bahwa hidangan disini tidak terlalu lezat.

"Ini sangat berbeda dari hal-hal yang biasanya dibuat Aniki ataupun Dee-nii"

"Benar. Lebih tepatnya, ini tidak dimasak secara merata"

"Haha~....bukan begitu, kalian berdua. Rasanya tidak buruk, hanya saja Sirius-sama dan Dee lah orang yang luar biasa"

Mungkin karena pengapiannya yang tidak merata, membuat hidangan ini tak tertumis dengan benar. Mereka terlalu banyak menggunakan garam dan merica sehingga rasa sayurannya tertutupi, selain itu, mereka terlalu mengandalkan rasa daging. Memang agak ceroboh, tapi ini tidaklah buruk karena rasanya sudah cukup enak.

"Maaf telah membuat kalian menunggu"

Disaat kami selesai makan, Dee muncul ditemani oleh seorang pria.

Dia memiliki rambut pendek kecoklatan, berpenutup mata hitam di mata kirinya, dan mempunyai postur bagus meskipun agak gemuk.

"Sirius-sama, ini Gad, teman petualangku dulu"

"Senang bertemu denganmu! Aku Gad, kepala perusahaan Galgan di kota ini!"

"Senang bertemu dengan Anda juga. Namaku Sirius"

Ketika kami berjabat tangan, aku sadar bahwa jari kelingking di tangan kanannya telah menghilang. Namun dari tangan ini, bisa diterasa jejak kemahiran mengenggam senjata. Dia mungkin seorang petualang yang pensiun karena cedera sama seperti Dee.

"Aku pernah mendengar dari Dee, Anda merupakan salah satu orang yang membeli obat buatan kami dan juga memberikan beberapa barang yang kami butuhkan. Izinkan aku untuk mengucapkan terima kasih"

"Tak masuk akal! Harusnya perusahaan kamilah yang berterima kasih karena sekian lama, akhirnya kami bisa mendapatkan bahan dan obat-obatan berkualitas tinggi....Setelah bertatap muka denganmu, aku benar-benar mengerti. Seperti yang dibicarakan Dee, kau memang luar biasa"

"Yakisoba yang pernah kubahas denganmu, aku juga mempelajarinya dari Sirius-sama"

"Benarkah?! Kau memiliki kreativitas memasak seperti itu dengan saus tebal dan sulit digunakan, aku jadi lebih ingin menjalin hubungan baik dan lama denganmu"

Genggaman tangannya tiba-tiba menjadi lebih erat sambil mengayunkan lenganku ke atas dan ke bawah. Pria ini sungguh berlawanan dari Dee. Akan baik-baik saja untuk mempercayainya karena mereka tampak sangat dekat.

"Maafkan ketidaksopananku, tapi hubungan seperti apa yang Anda miliki dengan Dee?"

"Jangan terlalu sopan, perlakukan saja aku sama seperti kau memperlakukan Dee....Hubungan kami adalah teman yang dulunya sesama petualangan seperti yang dia katakan. Kami pernah menjadi anggota di sebuah party. Suatu hari, aku sempat diselamatkan olehnya dari serangan monster ganas. Hanya satu jari kelingking dan sebelah mataku yang tidak berhasil selamat. Aku lalu pensiun. Yah, itu sudah lama kuinginkan, dan beralih menjadi pedagang"

"Pertama kali berbelanja disini membuatku terkejut. Aku tidak pernah mengira kau akan berada di kota ini"

"Sama. Aku cukup kaget saat orang yang pernah menyelamatkanku datang sebagai seorang petugas bangsawan. Awalnya aku tidak berharap banyak dari kerjasama bisnis kita. Tapi, keuntungan yang perusaan kami terima terus meningkat setiap harinya. Aku tidak dapat berkata apapun kecuali merasa berhutang budi kepada kau dan Danna* ini"
[Danna itu yah....Tahu film Gintama? Okita Sougo (si sadis dari shinsengumi) selalu memanggil Gintoki dengan sebutan 'Danna'. Singkatnya, ini sebutan yang kesannya agak hormat]

Dia telah memanggilku Danna dan memperlakukanku seperti atasan. Tapi aku bukan seorang bangsawan lagi, ditambah sekarang adalah waktu pertama bertemu orang ini, kan?

"Yah, intinya adalah Dee penyelamatku dan kami memiliki ikatan yang kuat....Baiklah, apa kita akan langsung ke topik? Kau ingin aku mempersiapkan transportasi yang aman kan?"

"Benar. Kami ingin adanya kereta yang menuju ke timur untuk Noel dan diriku. Juga, yang menuju ke barat untuk Sirius-sama dan kedua petugasnya hari ini"

"Hari ini, ya....boleh aku mendengar alasannya? Ini sangat mendadak"

Gad-shi* mengerang dengan wajah sulit, seperti yang diharapkan ini merupakan permintaan yang tidak masuk akal. Tapi kami tetap ingin meninggalkan kota hari ini jika memungkinkan.
[Ini sebutan agak hormat 氏 shi]

Ini seolah kami melakukan perjalan malam (tidak harus di malam hari sekalipun), agar tak dikejar oleh Baldomyr. Aku memang tidak berpikir dia akan datang hari ini atau besok, mungkin bahkan tak ada alasan untuk khawatir sama sekali. Tapi untuk berjaga-jaga, aku ingin meninggalkan wilayah orang itu secepatnya.

"Gad-san, kalau hari ini tidak mungkin kami bisa melakukannya besok, tidak masalah. Aku tahu kami meminta bantuan besar di sini"

"Tidak, tidak, aku akan melakukannya dengan cara apapun. Hanya saja, terasa sepi ya. Kita akan saling berucap selamat tinggal setelah sekian lama menanti pertemuan"

"Apa yang kau bicarakan~? Kau hanya berpikir untuk diajari oleh Sirius-sama atau sesuatu seperti itu, bukan~?"

Noel membalas seakan menyalak. Dia selalu datang bersama Dee ke kota. Selain itu, Gad-shi tidak berperilaku seperti orang yang membenci ras binatang. Aku rasa mereka telah bergaul cukup baik hingga bisa melemparkan candaan tanpa ragu.

"Hahaha, aku tidak bisa bersaing denganmu, Noel-chan. Enggan untuk berpisah itu memang jujur. Tapi Dee telah diajarkan berbagai hal olehnya, jadi aku juga ingin diajari"

"Kau ingin diajari olehku? Yang seorang anak kecil?"

"Danna telah mengubah Dee menjadi dirinya yang sekarang. Aku tidak mungkin menganggapmu hanya sekedar bocah. Pertemuan ini membuatku semakin yakin"

"Baguslah, Gad. Ngomong-ngomong, bagaimana dengan persoalan kereta?"

"Tentang itu, kau beruntung, Dee. Aku berencana pergi ke timur hari ini. Meskipun akan sesak karena ada berbagai barang yang harus diangkut, tapi aku akan memberimu tumpangan"

"Sebenarnya, aku tidak masalah. Sirius-sama lah yang kami prioritaskan"

"Tenang saja, aku juga punya solusi untuk itu, kalian datang pada waktu yang tepat. Untuk saat ini, ayo kita pergi ke tempat parkir seluruh kereta"

Meninggalkan restoran, kami mengikuti arah yang dituju Gad.

Ada sekumpulan kereta dengan berbagai ukuran berbaris dimana kami sampai. Di antara semua itu, Gad membelokkan langkahnya menuju ke sebuah kereta yang tampak mampu menampung sekitar delapan orang.

"Hei, Zack! Kau sudah selesai dengan persiapannya?"

Menanggapi panggilan Gad, seorang pria muncul dari dalam kereta. Dia memiliki tampilan yang sedikit lebih muda dari Gad, tanpa memiliki penutup mata dan jari-jarinya masih utuh. Namun mereka sangat mirip hingga kau akan beranggapan bahwa mereka bersaudara ketika menyaksikan keduanya berdiri berdampingan

"Persiapannya memang selesai, Aniki. Semua yang tersisa adalah pengawalnya. Distribusi kali ini agak berisiko karena ada kemungkinan diserang oleh monster. Apa ini tetap dilanjutkan?"

"Idiot, jangan bilang hal-hal yang aneh. Ada orang-oranv yang aku ingin kau beri tumpangan, jadi cepat turunkan satu tong dan dua kotak bijih itu"

"Hah? Ada apa? Penjualannya akan menurun jika kita melakukannya kan?"

"Jangan khawatir tentang itu, cepat dan lakukan saja. Ini permintaan dari pelanggan tetap, aku yang akan bertanggung jawab"

"Apa boleh buat. Kalau begitu, bantu aku, Aniki"

"Baiklah baiklah. Yah, itu benar. Danna, kau bilang akan menuju ke barat, tapi boleh aku mendengar kemana kau akan pergi?"

Melihat dari balik bahunya, Gad melemparkan sebuah pertanyaan dengan tatapan meminta maaf.

Meskipun dia berkata takkan menanyakan motifku, mungkin akan sulit baginya untuk menjelaskan kepada Zack ke mana harus pergi tanpa mengetahui lokasi kami.

"Tujuannya adalah Elysion"

"Aku mengerti, tujuan Zack juga Elysion, itu sempurna"

"Maaf telah membuatmu menurunkan barang-barang yang harusnya kau bawa"

"Tidak, tidak, anggap saja sebagai bentuk terima kasih atas apa yang telah kau perbuat. Kalau begitu, aku akan menjelaskan sebentar kepada orang ini dan membantunya dengan bongkar muat kereta. Tolong tunggu sebentar"

Kamipun duduk agak jauh dari tempat parkir kereta. Tak ada yang mengucapkan sepatah kata pun dan hanya terus melihat penduduk yang berlalu lalang. Ini mungkin suatu hal yang wajar.

Karena di sinilah kami akan berpisah.

Tak ada topik bagus yang terlintas dalam pikiranku. Beruntungnya, Dee mengambil langkah pertama untuk memecahkan kesunyian ini. Dia mengambil sebuah kantong dari saku dadanya dan berucap.

"Sirius-sama, sebelum terlambat, aku ingin mengembalikan ini padamu"

"Bukankah aku sudah memberikan itu untuk kalian berdua? Jika menerimanya lagi, aku akan menganggap diriku berhutang budi kepadamu, Dee. Lebih baik tidak"

"Tapi tetap saja, Sirius-sama memberi terlalu banyak. Setengah dari ini lebih dari cukup untuk kami"

Kantong Dee dipenuhi oleh koin emas.

Kenapa dia mempunyai banyak uang? Cerita itu berasal dari tadi malam.

☆☆☆☆

Bagian 2


Di malam terakhir. Ketika pesta itu usai, aku mengadakan pertemuan dengan semua orang lagi.

Apa yang terhampar di meja adalah semua uang yang telah kutabung sampai sekarang dan uang yang aku dapatkan dari menjual permata. Kecuali milik para petugas, seluruh kekayaan rumah ada di sini.

Memanajemen keuangan dulu adalah peran kaa-san, tapi aku mengambil alihnya sekarang. Kamipun menghitung satu persatu koin yang tersebar di atas meja.

Proses penjumlahan berlangsung beberapa menit. Kekayaan seluruh keluargapun disimpulkan.

"Jika rinciannya diabaikan, ada 73 koin emas dan 10 koin perak. Aku mau kita semua berpikir 'Ini digunakan untuk apa'"

Diperkirakan akan ada 45 koin emas yang lenyap untuk biaya masuk sekolah, sisanya adalah 28. Aku dan siswa-siswaku mampu hidup bahkan jika hanya berbekal 1 koin emas.

"Sirius-sama. Maaf, tapi boleh kami meminta waktumu sebentar?"

Noel dan Dee memanggilku dengan suasana gelisah. Untuk sementara, aku menyisihkan persoalan uang dan menoleh ke arah keduanya.

"Ada apa? Kalian terlihat serius"

"Tolong, terimalah ini"

Hal yang di berikan oleh Dee adalah koin emas. Meski hanya satu keping, bagi keduanya ini sudah merupakan hal berharga dan sangat bernilai.

"....Ini?"

"Sebenarnya~, ini uang yang kami terima dari Erina-san sebagai gaji. Meski tidak banyak"

Di atas memikirkan biaya kebutuhan rumah dan lain-lain, kaa-san juga mempertimbangkan gaji para juniornya? Dia akan membuat para ibu rumah tangga merasa malu.

"Kami telah cukup lama menabung dan hasilnya adalah koin emas ini. Maukah Sirius-sama menerimanya?"

"Tunggu dulu, bagaimana dengan biaya hidup kalian setelah kita berpisah?"

"Tidak apa-apa~, kami sudah menyisihkan sebagian untuk diri kami sendiri. Selain itu....kami telah belajar banyak darimu, Sirius-sama. Jadi, walaupun ini sesuatu yang sepele, tolong terimalah"

"Sirius-sana telah mengajarkan banyak hal, dari memasak hingga bagaimana cara berjuang dalam hidup. Aku ingin kau menerima ini sebagai tambahan biaya sekolah"

Keduanya membungkuk sangat rendah, seolah tidak akan menyerah sampai aku menerima pemberian mereka.

Meski mereka berkata itu adalah uang sekolah, kesampingkan Emilia dan Reus, aku hanya mengurusi Noel di waktu senggang dan mengajarkan Dee cara memasak. Yah, karena aku ingin memakan masakannya.

"Perasaan kalian sudah cukup untukku....mengucapkan itu takkan ada gunanya, ya. Baiklah, dengan senang hati aku akan menerima ini"

""Terima kasih banyak!""

Normalnya akulah yang harus berterima kasih, bukan kalian. Ya ampun, kedua petugasku ini terlalu jujur dan baik hati.

Oh iya, aku juga punya sesuatu untuk diberikan kepada mereka.

"Kalau begitu, aku akan memberikan gaji kalian dan itu tidak boleh dikembalikan"

"....Apa?"

Saat aku menyerahkan sebuah kantong kecil berisi 20 koin emas kepada Dee, keduanya membeku dengan mata terbuka lebar.

"Aku sudah mendiskusikan ini dengan kaa-san dan memutuskannya. Itu gaji tambahan untuk kalian berdua"

"....20 keping?"

"Haaaah~?!?! Itu terlalu banyak!!! Sayang, kembalikan, kembalikan~!!!!"

Meskipun pasangan suami istri ini mulai panik, aku mengabaikan mereka. Bagaimanapun, Dee pasti telah menetapkan tujuannya.

"Dee, kau sudah tahu seberapa banyak modal untuk membuka suatu usaha kan?"

"....Itu...."

Ya, rencananya adalah membuka sebuah restoran di kampung halaman Noel. Kurasa dia tidak akan berhasil tanpa bermodalkan setidaknya beberapa koin emas.

"Maaf, aku bisa memberimu lebih banyak jika tidak membayar Baldomyl...."

"Tolong hentikan. Kita semua telah setuju mengenai hal itu"

"Benar~! Lagipula, kamilah yang akan terganggu jika menerima sebanyak ini. Hei, Emi-chan, Reu-kun, katakan sesuatu~!!"

Walaupun Noel mencari bantuan dari kedua bersaudara yang sedang mengumpulkan koin-koin tembaga di samping, mereka hanya menjawab sambil tersenyum.

"Aku memiliki pendapat yang sama dengan Sirius-sama, aku tidak keberatan sedikitpun jika itu untuk Dee-san dan Onee-chan"

"Aku juga! Aku pikir akan sangat hebat jika ada banyak orang yang bisa memakan masakan Dee-nii!"

"Ugh!"

Noel mundur menghadapi kilau senyum murni dan tak bersalah dari anak-anak. Meski begitu, wajah ketidakpuasan keduanya masih belum sirna, kurasa aku akan mengarahkan percakapan dari sini.

"Jika kalian tidak yakin, ayo kita anggap ini sebagai hutang. Setelah lulus sekolah, kami akan menuju lokasi kalian berdua. Ketika saat itu tiba, izinkan kami makan di restoranmu. Tentu saja dengan gratis"

"Bahkan jika Sirius-sama tidak melakukan ini, untuk kalian tentu saja gratis"

"Baiklah, dikatakan bahwa kesulitan sangat berharga selama masa muda. Jika seseorang terlalu banyak memiliki kekayaan, mereka tidak akan mengerti nilai dari uang, ya kan?"

"Kami telah didukung oleh Onee-chan, Dee-san dan Erina-san. Mulai sekarang, aku ingin hidup dan mendapatkan uang sendiri"

"Tidak apa-apa karena kami akan terus bersama Aniki! Aku juga akan bekerja keras untuk mendapatkan uang!"

Dengan paksaan kami, beberapa butiran kecil muncul di sudut mata keduanya. Mereka lalu menunduk....tidak, bukan menunduk. Mereka malah bersujud di lantai.

"Hei?! Ini terlalu berlebihan! Cepat dan angkat kepala kalian!....Tunggu, kenapa semua orang melakukannya?! Hah?....menghormati seorang pemimpin? Aku tidak memegang gelar seperti itu jadi angkat kepala kalian!!"

☆☆☆☆

....Masalah ini harusnya berakhir kemarin. Apa mereka masih mengkhawatirkannya?

"Kalian masih memikirkan itu? Apa yang tidak kalian sukai? Yang paling membutuhkannya adalah Dee. Hal ini tidaklah salah"

"....Hanya saja, walau telah menerima sejumlah besar uang, apakah aku bisa memenuhi harapanmu? Apakah aku bisa mewujudkan mimpiku?....Aku tidak tahu...."

....Begitu ya, Dee....kau cemas.

Meski dia telah menumpuk pengalaman bertahun-tahun sebagai petualang, Erina yang telah biasa dia ikuti, meninggal dunia. Mulai sekarang, dia harus melindungi pasangan tercinta dengan tangannya sendiri.

Karena itulah, dia dilanda kekhawatiran dan tak mampu menahannya. Dengan menerima sejumlah besar uang, dirinya takut akan kegagalan dan membuat kecewa pihak lain.

"Dee"

"Ya....---UGH?!"

Mula-mula adalah pukulan ke perut.

Aku memang menahan kekuatan, tapi karena ini serangan mendadak, Dee belum sempat bersiap dan menerima tinjuku langsung sambil terhuyung-huyung.

"A....Apa....?"

"Jangan lembek, Dee!!!"

Aku meraih kerah Dee, dan menariknya kearahku.

"Kau sudah dewasa, suami yang melindungi Noel! Kau juga akan menjadi seorang ayah untuk anak yang akan lahir darinya!! Pria seperti itu akan diejek jika sudah kewalahan oleh masalah setingkat ini!!!"

"....Sirius-sama...."

"Aku mengerti bahwa kau khawatir. Namun, dirimu sudah tahu cara untuk tetap kuat sekarang! Jangan takut dan hiduplah dengan lebih percaya diri!!"

"....Ya"

"Terima kasih banyak, Sirius-sama....Sayang, aku minta maaf karena ragu-ragu untuk meyakinkanmu"

"Noel...."

"Sayang...."

....Ahhhh, mereka telah menciptakan dunia cinta tingkat kedua.

Akhirnya, dengan ini mereka akan menerima uang tanpa masalah. Kali ini memang akulah yang memarahinya, tapi selanjutnya akan diambil alih oleh Noel.

"Hei, Dee, Danna. Aku akan memperkenalkan sebentar orang ini---Haahh?! Ada apa ini?!"

Waktu yang buruk, Gad. Kau harusnya berada disana lebih lama.

Kedua orang itu akhirnya kembali dari membenahi kereta. Kamipun diperkenalkan pria sebelumnya.

"Ini adalah adikku, Zack. Dialah yang bertanggung jawab atas distribusi barang ke Elysion. Dia juga akan berperan sebagai kusir untuk kereta yang mengantar Danna dan kedua petugasnya"

"Sesuai perkenalan barusan, namaku Zack. Aku hanyalah seorang pemula yang bekerja sekaligus belajar dari Aniki* ku, Gad. Tolong perlakukan aku dengan baik"
[Ya. Dia juga memanggil kakaknya dgn sebutan Aniki]

Keduanya memang tampak mirip. Mungkin Gad berusia tiga puluhan, sedangkan Zack sekitar dua puluh?

"Dia menganggap dirinya sendiri sebagai pemula, tapi orang ini sudah berkali-kali pergi ke Elysion. Aku telah mempekerjakan dua orang dari serikat petualang sebagai pengawal, jadi perjalanan kalian bisa dijamin aman"

"....Gad, apa kita bisa mempercayai pengawal-pengawal itu?"

"Tidak masalah....ah, mungkin wajar jika kau merasa cemas. Tapi yakinlah, mereka bisa dipercaya karena dipilih sendiri oleh Aniki!"

Karena jawabannya dipenuhi kepercayaan diri, Dee sepertinya sudah yakin. Saat keduanya berbincang di tempat lain, Zack mendekatiku dan meminta jabat tangan.

"Aku telah mendengar dari Aniki. Meskipun Elysion agak jauh dari sini, aku berharap bisa bekerja sama denganmu"

"Sama, tolong perlakukan kami dengan baik. Ini perjalanan jauh kami yang pertama, jadi akan sangat membantu jika kau bisa mengajari banyak hal"

"Hahaha, aku akan mengajari hal apapun yang kau mau selama itu dalam lingkup pengetahuanku. Lagipula, aku mendengar dari Aniki bahwa kau telah berkontribusi besar pada perusahaan kami bersama dengan Dee-san. Boleh aku juga memanggilmu 'Danna'?"

"Haha....jika kau tidak keberatan untuk anak kecil seperti diriku ini, maka silakan"

"Mengerti, orang yang akan mengantar Danna dan kelompoknya baru saja tiba, kita bisa berangkat kapanpun. Jadi, panggil aku jika kalian siap"

Tidak hanya penampilan, karakter mereka juga serupa. Karena dia adalah orang yang mudah diajak bicara, hal-hal seperti perjalanan akan terasa menyenangkan. Saat menatap Zack, yang kembali ke kereta, kedua bersaudara itu saling mengucapkan salam perpisahan kepada Noel dan Dee di sampingnya.

"Onee-chan, terimakasih untuk semuanya sampai sekarang"

"Apa yang kau katakan~? Ini bukan berarti kita tidak akan bisa bertemu lagi, jangan bicara seperti itu"

"Tapi tetap saja. Aku akan mendukung Sirius-sama, jadi kau harus mengurus Dee-san juga"

"Oh, ayolah, kau sangat nakal~"

Sambil berkata begitu, mata Noel mulai berkaca-kaca dan memeluk erat gadis kecil itu dengan penuh kasih sayang. Emilia kemudian sedikit berjinjit dan dengan ringan menggigit pundaknya.

"Ah?!....Ini, mungkinkah...."

"Iya. Itu karena aku sangat menyayangimu, Onee-chan"

Mengigit bahu adalah bukti kasih sayang bagi ras serigala perak. Mungkin karena senang digigit, Noel menaruh seluruh kekuatan ke dalam pelukannya.

"Nyahehe~ kau boleh menggigit lebih kuat~"

"Itu hanya untuk Sirius-sama"

"Oh~, seperti yang di harapkan, cinta adalah hal yang hebat~!"

Semakin kuat gigitannya, semakin dalam perasaan yang terkandung disana. Jika Emilia saat ini menggigit pundakku, aku mungkin harus mengobatinya.

"Aku juga akan menggigit! Noel-nee, dekatkan pundakmu!!"

"Uh, baiklah~....aku senang, tapi tolong jangan berlebihan kepadaku ya, Reu-kun~? Agak takut ketika memikirkan ada darah yang muncrat"

"Aku akan sungguh menahannya!"

Reus juga menggigit bahu Noel dan saling berpelukan. Para ras binatang melanjutkan obrolan untuk memastikan ketetapan hati mereka.

"Emi-chan, Reu-kun, tolong jaga Sirius-sama untukku~"

"Tentu saja"

"Aku akan melindungi Aniki dan nee-chan!"

"Namun, kalian juga harus melindungi diri. Akan buruk jika kalian terluka"

"Aku akan melakukan segala hal yang mampu kulakukan sambil mengikuti Sirius-sama"

"Aku akan melindungi semuanya!"

"....Apa ini akan baik-baik saja, ya~?"

....Aku juga setuju.

Meskipun aku ingin mereka menjadi sedikit lebih mampu dalam memutuskan, tidak ada yang bisa kuperbuat kecuali secara bertahap mengubahnya di masa depan.

"Emilia, Reus. Aku telah menunjukkan sikap yang memalukan tadi"

Dee membungkuk untuk membuat tatapan mereka segaris, lalu berbicara sambil menggaruk kepalanya. Kedua bersaudara berkata bahwa mereka tidak keberatan ketika menggeleng.

"Aku berusaha keras untuk bertindak sebagai saudara kalian juga, tapi kurasa kekuatan kita sudah memiliki jarak yang lebar"

"Apa Dee-nii benar-benar berpikir begitu?"

"Ya. Dan sebagai kakak sekaligus senior yang lemah, aku memiliki satu permintaan....tolong urus Sirius-sama"

""Mengerti!""

Dengan begini, pembicaraan dari Dee si pendiam berakhir. Setelah menyelesaikan perpisahan mereka dengan kedua bersaudara, pasangan ini membungkukkan kepala saat berdiri di hadapanku.

"....Jadi inilah perpisahan"

"Ya, kita tidak akan bisa bertemu setidaknya lima tahun, sampai kelulusan"

"Itu begitu lama~. Jika Sirius-sama tidak mengusulkan akan pergi ke sekolah, aku ingin membawamu ke kampung halamanku"

"Itu juga tidak buruk. Tapi aku tidak punya tempat tinggal"

"Sirius-sama pasti bisa membangun rumah sendiri yang bagus"

"Kau agak berlebihan"

Bahkan jika dia berbicara tentang membangun rumah....Oh tunggu dulu, kupikir bisa mengurusnya entah bagaimana. Ketika mengingat rumah Lior, aku merasa mampu.

"Kami akan bertemu kalian berdua begitu lulus....Mungkin disaat itu kalian akan menjadi 'tiga orang'?"

"Meski aku merasa sedikit gugup, kami akan melakukan yang terbaik. Saat anak itu tumbuh, tolong buat dia menjadi petugas Sirius-sama juga~"

"Hah? Apa yang kau katakan?"

"Aku akan mengajarkan setiap pengetahuan dari Erina-san, jadi nantikan saja itu. Juga, jika dia seorang gadis, aku tidak akan keberatan bahkan kalau Sirius-sama mengambilnya sebagai istri"

"Onee-chan! Kau tidak bisa memutuskan itu seenaknya!"

Emilia menyela Noel yang terus berbicara sesuka hati. Benar, bahkan jika kau orang tuanya, jangan memutuskan masa depan anakmu bahkan sebelum dia lahir.

Beritahu itu, Emilia!.

"Tienang saja~. Emi-chan, kau akan selalu menjadi yang pertama. Jangan khawatir~"

"....Baguslah kalau begitu"

Oi, jangan mundur!! Dengan kata lain kau setuju dengan ini?! Mula-mula ada si gadis Elf, Fia, yang mengajukan reservasi....Bagaimana bisa mereka memutuskan sendiri tanpa izinku? Wanita di dunia ini terlalu agresif.

"Tidak apa-apa~. Aku takkan memaksanya! Kehendak anak itu sendirilah yang terpenting"

"Syukurlah kau mengerti"

"Akan bagus jika aku bisa mencuci otaknya dan membimbingnya padamu"

"Itu juga tidak boleh!!"

Entah kenapa, aku sudah kelelahan. Perbincangan ini seolah-olah takkan pernah berakhir. Ayo kita segera pergi.

Saat aku hendak menuju kereta kami, Noel meletakkan tangannya dikedua pipiku dan mencium keningku.

"Kami akan selalu berdoa agar keberuntungan menyertai dan membuat hidupmu bahagia~"

Seusai menjauh dari dahiku, dia melemparkan senyuman lebar. Astaga....kau tidak pernah melewatkan kesempatan untuk menciptakan adegan manis, ya. Kaulah yang terbaik.

"Baiklah, aku pasti bisa menemukan kebahagiaan....Nee-san"

"---?!"

Tentunya kau takkan mengira aku akan memanggilmu begitu.

Sambil membelakangi kedua pasang petugas yang terisak di belakang, kami menaiki gerbong.

Ketika hendak meminta Zack untuk berangkat, Gad muncul di hadapan kami dan menyerahkan tas yang agak besar.

"Danna, tolong gunakan hal-hal yang telah kami sediakan ini dalam perjalanan"

"Terima kasih. Aku merasa menyesal karena merepotkanmu"

"Seperti yang kukatakan pada Dee, jangan khawatir tentang hal itu"

"Walaupun begitu. Meski tidak banyak, ini...."

Aku mencoba mengambil koin emas dari saku dan memberikan itu kepadanya. Namun, Gad menggelengkan kepala dan menolak.

"Aku tidak bisa menerima uang dari orang yang telah mengubah pria itu"

"....Sebagai gantinya, aku akan memberimu ini"

Apa yang kuambil dari dalam tas adalah reversi* terbuat dari kayu. Awalnya aku berencana memainkan ini sepanjang perjalanan, tapi kuurungkan niat itu karena sadar bahwa gerbong kereta pasti akan berguncang. Ini adalah dunia dengan hanya segelintir hiburan. Kalau aku menjualnya sebagai suatu permainan, harusnya agak menguntungkan, ya kan?
[Namanya emank Reversi. Kalau masih gak ngerti, inilah yg namanya Othello]

Itulah apa yang aku pikirkan, tapi....

"Apa ini? Sebuah papan dan....koin kayu hitam dan putih?"

"Ini permainan yang aku buat. Jangan ragu untuk memproduksinya secara massal dan menjualnya seperti yang kau inginkan. Bertanyalah pada Dee bagaimana cara bermainnya"

"Hooohh. Ini pertama kali aku melihatnya. Dengan rasa syukur aku akan menerima. Dan....Danna akan pergi sekarang?"

"Ya, aku mengandalkanmu"

"Baiklah. Hei Zack, berangkat!"

"Siap, Aniki! Ayoo!!"

Kereta mulai melaju dan menjauh. Perlahan, sosok Noel dan Dee memudar.

Keduanya terus melambaikan tangan sambil menangis. Kami juga membalas dengan lambaian seakan merangkai kata 'Sampa jumpa lagi' hingga mereka benar-benar lenyap dari pandangan.

☆☆☆☆

Bagian 3

Dikatakan bahwa akan memakan waktu lima hari untuk sampai di lokasi sekolah, yaitu kota Elysion.

Jalan menuju Elysion telah tertata dengan baik, tanahnya sangat datar hingga hampir seperti vertikal sempurna. Monster juga jarang muncul di sini. Sambil tertawa, Zack berkata kalau hal yang paling sulit diperjalanan adalah mengusir kebosanan.

Saat ini, kami sudah melepas jubah dan duduk di tempat kusir bersama Zack sambil mengobrol bebas. Tiga anak termasuk diriku sekarang mengenakan pakaian yang cocok untuk seorang petualang. Ngomong-ngomong, Emilia mengikat rambut panjangnya menjadi ponytail agar tidak mengganggu.

Sama dengan kakaknya, Zack tidak menganggap ras binatang sebagai suatu hal buruk. Sebaliknya, ketika dia melihat ekor dan telinga serigala berwarna perak kakak beradik ini, dia malah melontarkan kekaguman, 'Sepertinya kalian telah dibesarkan dilingkungan yang baik'. Merekapun langsung akrab dan menjadi teman sambil membahas berbagai hal.

"Dan saat itulah Aniki berteriak 'Apa yang kalian lakukan pada adikku, brengsek?!'....pada waktu itu, dimataku dia bersinar sangat terang"

"Aku mengerti apa yang kau maksud, Zack-nii*! Aniki ku juga selalu bersinar. Dialah tujuan kami!"
[Aslinya sih 'Zack-niichan'....entah kenapa terasa aneh, jadi kuganti]

Mungkin karena sama-sama memiliki jiwa persaudaraan yang kental, keduanya menjadi cepat akrab. Mereka saling membicarakan kenangan indah dan mengobrol seolah-olah sudah berteman lama.

"Tapi, apa Reus baik-baik saja? Hampir satu jam berlalu dan...."

"Tidak masalah. Ini juga bentuk pelatihan!"

Hanya Reus yang tak menaiki kereta dan malah berlari. Memang bisa disebut sebagai latihan, lagipula dia melakukannya atas inisiatif sendiri, itulah kenapa aku tidak menghentikan anak ini. Aku memang ingin dia menyimpan stamina untuk berjaga-jaga, namun kecepatannya berlari hanyalah setengah dari yang biasa dia lakukan. Mungkin takkan ada masalah karena aku juga ada disini.

"Ngomong-ngomong, kalau jalan ini aman, kenapa kau menyewa pengawal?"

Emilia mengalihkan pandangannya ke arah dua pria yang terdiam di kursi belakang kereta. Mereka mengenakan jubah, hampir menutupi mata seperti kedua bersaudara sebelumnya. Ketika mendapatkan waktu luang, mereka akan merawat pedang besar ataupun tombak yang merupakan senjata masing-masing. Namun, sejak berangkat, mereka tak pernah berbicara. Sejujurnya, kesan mencurigakan cukup terasa.

"Baru-baru ini, para bandit sering muncul disekitar sini. Itulah kenapa aku menyewa para petualang dari serikat"

Begitu ya. Namun, ada sesuatu yang membuatku khawatir dari tadi. Mendekatkan diri ke telinga Zack, aku bergumam dengan suara yang mereka tidak bisa dengar.

"Bagaimana kemampuan mereka? Maaf karena terlalu penasaran, tapi aku merasa aneh dengan senjata mereka yang terlihat masih baru"

Para petualang tidak jauh dari kata 'pertarungan'.

Andai mereka sering bertarung, akan tampak bahwa senjata itu lebih usang atau sedikit kotor terkena bercak darah. Kalau penampilan senjata mereka yang seolah baru saja dibeli didapatkan dari perawatan rutin mungkin bisa dimengerti. Tapi yang kulihat dari tadi, mereka hanya melakukan perawatan dengan setengah-setengah. Lebih seperti, mereka masih 'asing' dengan senjata.

"Mereka mungkin memang baru saja membelinya? Aku memperoleh orang-orang ini dari serikat petualang, jadi harusnya tak ada masalah"

Yah, aku tidak begitu tahu tentang hal-hal mengenai serikat. Daripada itu, bersamaan dengan munculnya firasat buruk, aku mencoba menggunakan {Search} pada lingkup area luas dan....mendapat banyak respon.

"Aniki!!"

Reus yang tengah berlari mulai berteriak lalu menghunus pedang dipinggannya dalam posisi kewaspadaan. Intuisinya cukup tajam.

Terkejut dengan tindakan anak ini, Zack panik dan buru-buru menarik tali kekang kuda untuk menghentikan laju kereta.

"A-Ada apa?!"

"Serangan musuh. Meskipun ada beberapa yang jaraknya masih jauh, mereka telah mengepung kereta ini. Mungkin para bandit yang barusan kau bicarakan"

"Ini buruk. Hei kalian! Para bandit mungkin akan muncul jadi---apa?!"

Ketika menoleh ke suara Zack, aku dihadapkan dengan situasi berbahaya di dalam kereta.

"Kalian!! Jangan berani bergerak!!"

Dengan lehernya yang disodorkan bilah tajam, Emilia telah menjadi seorang sandera.

☆☆☆Chapter 24 berakhir disini☆☆☆

>Catatan penulis : untuk sementara, Noel dan Dee takkan muncul. Tapi tenang saja, aku akan menghadirkan mereka lagi.


>Catatan penerjemah : Kita ucapkan sampai jumpa lagi juga pada dua tokoh itu, Noel dan Dee. Walaupun merupakan chara yang menjengkelkan atau bagaimana, ketika gak muncul cerita utama, agak sunyi ya.

Ke Halaman utama World Teacher
Ke Chapter selanjutnya


Comments

  1. Haha, emang agak menjengkelkan pas Noel sama Dee bikin dunia sendiri,,,

    Bakalan jarang lg ngeliat tingkah konyol Noel entar,,,

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kusoge Online (BETA) Bahasa Indonesia

108 Maidens chap 14 B. Indonesia