World Teacher chap 40 B. Indonesia

Chapter 40 Putri yang diculik
Diterjemahkan oleh I-Fun Novel



Bagian 1

"Ada benda asing di dalam diriku? Tapi, aku tidak merasakannya?"

"Ukurannya sangat kecil, itulah kenapa tidak menimbulkan rasa aneh pada tubuh. Tempatnya....disekitar sini"

Aku menunjuk bagian tengah lengan atas Lifell-hime. Hasil pemeriksaan {Scan} menunjukkan adanya reaksi Mana dari sebuah benda asing di titik itu.

"Apakah Anda pernah terluka baru-baru ini?"

"....Iya. Beberapa waktu yang lalu aku sempat terjatuh ketika menunggang kuda, kemudian terluka oleh sebuah batu dibawahnya"

Jatuh dari seekor kuda....Betapa agresifnya putri ini. Namun, bekasnya bahkan tak ditemukan meski dia berkata lukanya cukup dalam.

Senia melihat-lihat bekas bekas luka Lifell-hime sambil tersenyum pahit. Mungkin dia sedang mengingat-ingat kejadiannya.

"Kami panik saat itu. Melihat Darah Lifell-sama terceceran membuat semua orang tidak sabar dan memanggil penyihir terdekat"

"Aku juga panik ketika mendengarnya. Sudah kukatakan berkali-kali, tapi tolong lebih berhati-hatilah, Ane-sama"

"Auuhh, maaf ya. Namun, aku selamat karena sihir Reese juga menghilangkan bekas lukanya. Jika seorang putri memiliki bekas luka, itu akan tampak buruk bagi masyarakat"

"Seperti yang diduga dari Reese. Ini sudah setingkat dengan Sirius-sama"

Sesuai ucapan Emilia, kulit Lifell-hime sangatlah indah. Takkan ada yang menduga bahwa tubuhnya pernah tergores sedikitpun.

"Mampu melakukan sebanyak itu, Reese, kemampuanmu sudah sangat meningkat. Ini merupakan bukti bahwa kau telah memanfaatkan dengan baik apa yang telah di pelajari"

"Itu....semuanya berkat Sirius-san"

"Bekas lukaku juga lenyap berkat Reese-ane"

Ini cara yang buruk untuk mengatakannya, tapi tubuh Reus dulu sering dijadikan subjek latihan sihir penyembuh. Reus yang sering terluka karena latih tanding denganku merupakan suatu bentuk kesempatan untuk melatih Reese agar bisa menyembuhkan bebagai jenis luka. Ini juga sebagai trik agar keduanya bisa semakin akrab. Memang butuh waktu sampai mereka bisa sedekat yang sekarang, tapi Reus akhirnya memanggil Reese tanpa sebutan kehormatan hanya dalam beberapa hari.

"Daripada itu, ada luka di titik ini kan. Apa terjadi pada hari sebelum kondisinya mulai menjadi buruk?"

"Benar. Tentu saja, berbagai penyihir dan dokter yang dipanggil untuk memeriksaku juga mengira itulah penyebabnya. Namun, semua dari mereka mengatakan bahwa tidak ada yang aneh dari lenganku. Karena sadar kalau Mana-ku lah yang terganggu, aku mulai berpikir untuk menggunakan metode lain"

"Dari pemeriksaanku, tubuh Lifell-hime tidak memiliki kelainan kecuali pada lengan ini. Mungkin penyebab kondisi fisik Anda yang buruk adalah benda asing tersebut"

Reaksi Mana pekat bisa terasa dari benda asing itu. Mana yang dipancarkan berbeda dari Mana Lifell-hime sendiri, mungkin itulah yang meracuni dan mengikis tubuhnya. Sihir penyembuh memang berhasil melenyapkan rasa sakit, tapi itu hanya sekedar memberi pertolongan sementara dengan cara menutupi aliran Mana benda asing. Tapi, karena penyebabnya tidak disingkirkan, Mana kembali bocor dan membuat kondisinya memburuk lagi. Perempuan itu akan terus menderita tak peduli berapa kali dia disembuhkan.

Meski telah menjelaskan apa yang kupahami secara menyeluruh, Melt masih ragu karena penampilanku yang berupa anak kecil dan bukan dokter secara resmi.

"Tolong jangan tertipu, Hime-sama! Aku belum pernah mendengar apapun tentang sihir yang bisa mendeteksi benda lain pada tubuh seseorang. Dia pasti berbohong!"

"Ada benarnya jika Melt sampai menganggapmu berbohong, kan? Sirius-kun, sesuai perkataannya, apa kau bisa membuktikan kalau 'benda asing' ini memang ada di tubuhku?"

Lifell-hime tampaknya percaya pada sihirku. Namun, posisi Melt sebagai penjaga keluarga kerajaan harus membuatnya menepis penjelasanku. Karena itulah perempuan ini ingin aku menunjukkan bukti.

"Sayangnya, jika yang anda mau adalah bukti, aku tidak memilikinya"

"Anda dengar itu, Hime-sama? Dia mungkin mengarang penjelasan tadi setelah mendengar cerita tentang anda dari Felice-sama!"

"Buktinya memang tidak ada sekarang. Oleh sebab itu, aku harus mengambil benda asing itu dan menunjukkannya kepada Anda"

"Mengambilnya? Apa maksudmu?"

"Dengan operasi bedah....aku akan memotong lengan Anda dan mengeluarkannya"

Hampir tak ada konsep pembedahan di dunia ini. Sebagian besar luka dan penyakit disembuhkan oleh sihir. Kurasa 'orang yang takkan terpotong selain dari pertempuran' juga merupakan akal sehat.

Ada juga batasan dan pengecualian saat menggunakan sihir penyembuh serbaguna semacam itu. Contohnya adalah situasi sekarang.

Menurut pendapatku, benda ini terjebak ketika lukanya tertutup saat perawatan. Dunia ini menganggap luka harus segera diobati dengan sihir. Ditambah lagi dia merupakan seorang putri, jika mereka yang berada di kasta tertinggi terluka, maka kemungkinan besar penyembuhannya akan dilakukan terburu-buru.

Kronologis singkatnya adalah, dia menderita seperti ini setelah kejadian dimana dirinya terjatuh ketika menunggang kuda. Sangat mungkin jika benda tersebut masuk ke dalam celah lukanya.

Dan, karena reaksi yang timbul dari benda ini cukup tinggi, kalau yang kuperkirakan benar, maka....

"Si jelata akhirnya mengungkapkan sifat aslinya!! Ingin memotong lengan Hime-sama, haa?? Sebagai Pengawalnya, mereka yang berani membahayakan sang putri harus disingkirkan!!!"

"Tunggu sebentar! Sirius-kun, pasti ada alasan bagimu untuk mengatakan ini, kan?"

"Tentu saja. Aku merasakan adanya aliran Mana yang berbeda dibanding milik Lifell-hime dari benda tersebut. Kemungkinan Anda akan sembuh dengan berlalunya waktu cukuplah rendah, jika situasi ini berlanjut, anda akan terus merasa kesakitan"

"Sirius-san, apa yang akan terjadi dengan Ane-sama?"

"Penyakitnya takkan sampai mengakibatkan kematian, tapi dia akan terus menderita kalau benda itu tetap ditubuhnya. Aku sangat yakin tentang hal itu"

"Yah....jujur saja, seluruh tubuhku seolah menjerit. Bahkan aku sering tidak bisa tidur di malam hari dan harus mengandalkan obat Bubuk Tidur*"
[スリープフライ]

Bubuk yang dimaksud pada dasarnya mirip dengan pil tidur di duniaku sebelumnya. Meski kondisinya seperti itu, dia tetap berbicara dengan kami sambil tertawa. Kurasa, dia hanya mencoba menahan rasa sakit agar Reese tidak khawatir.

"Aku sarankan untuk segera mengeluarkannya. Namun, jika Anda masih tidak percaya, aku akan mengajukan beberapa kondisi"

"....Lanjutkan"

"Jika aku sudah membedah Anda namun tidak menemukan apapun, aku akan menyerahkan kepalaku"

"Apa yang kau katakan?!"

Semua orang kecuali kedua bersaudara menahan napas mereka. Tentu saja aku hanya akan mengobati orang lain jika sudah tahu pasti tentang penyebabnya. Tak ada hal di situasi sekarang yang bisa membuat kepalaku terpisah dari tempatnya.

"Jika demikian, aku juga akan menyerahkan kepalaku"

"Aku juga"

Meskipun adegan ini tidak diatur sebelumnya, kedua bersaudara melangkah dan ikut maju. Aku sangat menghargai dukungan langsung mereka, sekaligus....cemas karena mereka memutuskannya terlalu mudah. Bersamaan pemikiran itu....

"A-Aku juga!"

"Reese?! Bahkan kau??"

"Ane-sama, walau perasaanku tidak sebanding dengan Emilia dan Reus, tapi aku sangat mempercayai Sirius-san. Orang yang melatih kami hingga sejauh ini berkata dengan penuh keyakinan. Oleh karena itu, aku juga...."

"Reese...."

"Tolong. Tolong....percayailah Sirius-san!"

Reese pun mengumumkan hal yang sama. Dengan perasaan murni tanpa egoisme sedikitpun, dia meminta kepercayaan Lifell-hime.

Kakaknya hanya bisa mendesah lega pada adik perempuannya.

"Haahh....lihatlah ini, Senia. Adikku telah sangat berkembang disaat aku tidak melihatnya. Ini membuatku agak kesepian"

"Ya, benar sekali. Reese-sama sudah tumbuh dengan hebat. Ini mungkin hasil dari bertemu mereka"

"Aku hanya ingin membantu Ane-sama, hal-hal seperti berkembang itu sedikit berlebihan...."

"Bukan begitu. Kau yang dulu sudah pasti akan putus asa melihat kondisiku yang sekarang. Mungkinkah ini keyakinan yang diperoleh dari perasaan cinta?"

"Cinta?! K-Kau salah! Sirius-san sudah memiliki Emilia!"

"Ara, cinta adalah sesuatu yang perlu diperjuangkan. Sebagai saudaraku, itu takkan termaafkan jika kau menyerah sebelum bertarung"

Sangat menyenangkan melihat kakak beradik yang semakin bersemangat. Hanya saja, pelototan seorang pria dengan armornya dipojokan membuatku ingin segera lanjut berbicara.

"Jadi, bagaimana dengan itu, Lifell-hime? Dapatkah Anda mempercayaiku dengan ini?"

"Empat orang, termasuk adik perempuanku adalah sesuatu yang aku takkan mampu abaikan. Gelar sebagai pemimpin akan dipertanyakan jika aku menolak ini, jadi....aku mempercayaimu"

"Hime-sama?! Tidak perlu memilih keputusan berbahaya seperti itu! Bukankah penyihir yang memeriksa anda mengatakan bahwa tidak ada kelainan pada tubuh?!"

"Mereka memang bilang begitu, tapi tidak menyinggung apapun tentang aliran Mana yang mengganggu....itu sama saja dengan tidak tahu. Lalu, kenapa hanya Sirius-kun yang bisa tahu? Intinya, aku memutuskan ini karena Reese sangat mempercayainya"

"Bajingan! Selain Felice-sama, kau juga membuat bingung Hime-sama. Aku akan segera menyingkirkan---?!"

Begitu Melt hendak menarik pedangnya, Senia menyelinap ke belakang dan menusukkan sebuah jarum ke lehernya. Pria itu ambruk lalu digeret ke ujung ruangan dan ditinggalkan sendirian. Kupikir ini menyedihkan, tapi untuk Penjaga Keluarga Kerajaan, bukankah dia diperlakukan terlalu buruk?

"Jarum ini dilapisi Bubuk Tidur. Jadi, dia takkan bangun untuk sementara waktu"

"Bagus, Senia. Kalau begitu, tolong urus aku, Sirius-kun"

"....orang itu, apa dia akan baik-baik saja?"

"Tidak apa-apa, ini juga bukan pertama kalinya. Pengawal Kerajaan sangat baik, kesetiaan mereka memang tinggi, tapi itulah yang membuat mereka terlalu ketat pada orang luar"

"Aku hanya merasa kasihan pada loyalitas luar biasanya"

"Ahh....begitu ya. Aku senang punya teman yang memiliki pendapat serupa"

Lifell-hime melihat kedua bersaudara dan mulai memahami suatu hal. Yah, kesetiaan mereka sangat tinggi bahkan di mata seseorang dari keluarga kerajaan.

Begitu si pembuat keributan pergi, akhirnya aku bisa melanjutkan pengobatan karena sudah mendapat izin dari orang yang bersangkutan.

Alat seperti ember besar dan sebuah pinset telah siap di atas nampan perak yang biasanya digunakan untuk membawa makanan. Selanjutnya, aku menyentuh lengan Lifell-hime lagi untuk mengkonfirmasi benda asing itu. Senia lalu mendekat dan menyerahkan saputangan kecil.

"Lifell-sama, ini saputangannya"

"Terima kasih, maukah kau menyumpalkan itu kedalam mulutku?"

"Ane-sama, kenapa saputangan?"

"Aku akan dipotong dibagian sini, kan? Itu pasti akan sangat sakit, jadi aku harus menggigit sesuatu agar untuk menahannya*"
[Ini mirip ketika seorang perempuan dalam proses melahirkan. Mereka ingin melampiaskan rasa sakit yang diterima dengan memeras/menggigit sesuatu]

"Itu tidak perlu. Aku akan menghapus rasa sakitnya dari sekarang, jadi Anda tidak akan merasakan apapun"

"Apa yang kamu katakan....eh?"

Sambil menjelaskan hal-hal, prosedur anestesi menggunakan Mana telah selesai. Dia takkan merasakan apapun di lengannya untuk sementara waktu. Sebagai percobaan, aku menusukkan jariku beberapa kali ke kulitnya. Lifell-hime hanya mampu terkejut ketika dia tahu bahwa dirinya tidak bisa merasakan apapun.

"Apa ini? Aku benar-benar tidak bisa merasakan apapun bahkan saat menggerakkan lenganku"

"Aku sudah melumpuhkan rasa sakit dan sentuhan anda menggunakan sihir. Seharusnya takkan ada masalah jika aku melakukan pembedahan sekarang"

"Seberapa hebatnya sihirmu ini?....Tidak, sekarang adalah waktunya pengobatan. Aku sudah memutuskannya, jadi tolong segera mulai"

Kusarankan agar dia lebih baik mengalihkan pandangan atau menutup matanya, tapi Lifell-hime menyatakan bahwa dia ingin melihat prosesnya langsung sampai akhir karena melibatkan dirinya sendiri. Aku menyiapkan ember di bawah lengannya sementara Emilia memegang nampan tepat disampingku.

Sederhananya, pembedahan ini hanya butuh tiga langkah. Memotong, mengeluarkan, dan menyembuhkan.

Meskipun demikian, jika topiknya tentang tubuh manusia, darah pasti akan menyembur jika daging terpotong terlalu banyak. Ini harus dilakukan dengan hati-hati namun cepat.

Aku mengikat lengan atasnya dengan {String} untuk membatasi aliran darah dan kemudian membelah kulitnya menggunakan Pisau Mithril yang telah disterilkan. Darah mulai mengalir ke dalam ember. Aku melebarkan potongannya dan menusukkan pincet ke dalam luka. Semua orang yang melihat, menelan air liur mereka.

"Ane-sama, apa kau baik-baik saja?"

"Aku yang dibedah, tapi kenapa kau yang tampak pucat? Meski begitu....aku benar-benar tidak merasakan apapun. Apakah ini akan kembali normal?"

"Jangan khawatir, Lifell-sama. Sirius-sama takkan pernah melakukan hal yang berbahaya"

"Kau sangat mempercayainya ya"

"Tentu saja. Perasaan ini sampai membuatku mau mempertaruhkan segalanya"

"Arara, ini nampaknya sulit"

Bahkan jika tidak ada rasa sakit, dia luar biasa karena terus berbicara dengan santai. Seolah tidak cemas ataupun ketakutan sedikitpun dalam situasi ini.

Aku menggerakkan pinset ke dalam luka sambil menghindari merusak pembuluh darah, dan akhirnya memegang benda asing yang terlihat melalui {Scan}. Aku perlahan-lahan mengeluarkannya dan meletakkan itu di atas nampan yang dipegang Emilia. Sekarang, tinggal bagian terakhir.

"Reese, aku menyerahkan sisanya padamu"

"Iya"

Penyembuhan harus dilakukan sesegera mungkin, tapi tidak masalah jika aku meninggalkan perawatan terakhir itu kepada Reese. Setelah melepas tali dan membersihkan noda darah di kedua tanganku, aku juga membersihkan benda asing ini menggunakan handuk dari Senia.

Benda itu seukuran jari kelingking. Ketika seluruh noda merah lenyap, warna hijau muda pun terlihat.

Batu hijau....seperti yang kuperkirakan.

"Jadi hal ini yang masuk ke luka Lifell-ane"

"Sirius-sama, apa itu?"

"....Mana stone. Ini lebih murni dibanding yang aku beli"

Ukurannya kecil, tapi bisa dipastikan kalau ini 'Mana Stone' yang jumlah limpahan Mana-nya membuat Lifell-hime sakit. Mana yang memancar mampu membuat kondisi tubuhnya memburuk.

Dia terjatuh dari kuda lalu lukanya terinfeksi oleh Mana Stone....itu bukanlah situasi yang bisa dengan mudah terjadi. Keadaan ini kemungkinan besar telah direncanakan. Pengobatan Reese selesai saat aku memikirkan bagaimana harus menjelaskannya. Luka benar-benar hilang saat darah diseka.

"Ane-sama, ini selesai tapi....bagaimana perasaanmu?"

"Yah....tubuhku agak lemas sedikit, tapi rasa sakit yang mengganggu itu sudah lenyap"

Senia meremas handuk dengan air panas untuk menyeka darah dan keringat Lifel-hime. Sang putri lalu membenarkan kondisinya dan mengangguk puas.

Staminanya takkan segera pulih, tapi itu bukan masalah karena benda asing yang mengikis tubuhnya sudah hilang.

"Anda telah kehilangan banyak darah, jadi tindakan ceroboh dan berat sangat dilarang. Kekuatan fisik harusnya akan berangsur-angsur pulih jika beristirahat selama beberapa hari. Tolong mengkonsumsi makanan bergizi dan istirahatlah dengan baik"

"Aku punya banyak hal yang ingin dikatakan. Tapi pertama-tama, izinkan aku mengucapkan ini. Terima kasih, Sirius-kun"

"Terima kasih banyak karena telah menolong Lifell-hime"

Tidak buruk juga menerima ucapan syukur dari seorang putri kerajaan dan petugasnya. Ketika menoleh kesamping, Emilia dan Reus mengangguk seolah berkata kejadian ini sudah wajar. Di lain sisi, Reese menggenggam tanganku dengan ekspresi terharu di wajahnya.

"Sirius-san, terima kasih banyak untuk bantuanmu pada Ane-sama. Aku sangat senang....telah bertemu denganmu"

"Majulah dan dorong dia ke bawah! Sekarang adalah kesempatanmu!"

"Apa yang kau katakan, Ane-sama?! Aku hanya menghormati Sirius-san sebagai Shishou!"

"Lalu kau pernah berkata kalau punggungnya lebar dan semacamnya?*"
[Kalo tidak salah ini merupakan ungkapan seorang gadis yang berarti mereka telah menemukan orang yang bisa diandalkan sekaligus ingin dipeluk dari belakang. Jatuh cinta pada orang yang bisa dia buat bahan sandaran. Gitu lah....Komen aja jika aku salah ya]

"Aku hanya berpikir kalau dari punggungnya saja, orang ini sudah terlihat bisa diandalkan....Hei, apa yang kau buat aku katakan?!"

"Kau kan yang mengatakannya sendiri?"

Melt terbangun karena ruangan yang menjadi semakin berisik, tapi kecemasannya akan kondisi Lifell-hime lenyap. Persoalan tentang pelaku yang memasukkan 'ManaStone' tetaplah ada. Hanya saja, ini adalah masalah mereka, bukan hal yang harus kuhadapi.

Yah, intuisi tajam Lifell-hime mungkin bisa segera menemukan penjahatnya.

∆∆∆

Bagian 2

Setelah itu, kami minum teh bersama semua orang lalu kembali ke pondok berlian. Reese masih ingin tinggal untuk mencari pelakunya, namun bujukan Lifell-hime berhasil membuat gadis ini naik kereta dengan enggan untuk pulang ke asrama sekolah. Dia terus mengembungkan pipinya sejak beberapa waktu lalu dalam suasana hati yang buruk, tapi tenang setelah berbicara dengan Emilia dan tertawa sekarang.

"Aniki, bagaimana dengan makan malam hari ini?"

"Yah....Reese, bisakah kita pergi ke perusahaan Galgan menggunakan kereta ini?"

"Tidak masalah. Apa kita juga akan kembali ke pondok berlian dengan cara yang sama?"

"Kembali ke sekolah menggunakan kereta keluarga kerajaan pasti akan memunculkan keributan. Tapi itu berbeda jika kita turun di perusahaan galgan dan kemudian pulang dengan berjalan kaki menuju pondok berlian"

Takkan ada yang aneh jika anggota keluarga kerajaan mengunjungi sebuah perusahaan besar, tempat itu bisa menjadi titik penutup yang pas. Selain itu, aku juga punya sesuatu untuk dibeli dari perusahaan Galgan.

"Aku ingin membeli daging nanti. Membuat Roast Beef dari daging yang lezat seperti beberapa hari yang lalu, Reese mungkin ingin memakannya?"

"Benar juga. Daging itu sangat lezat. Reese, kau harus mencobanya"

"Waah....selezat itu kah?"

"Aku bahkan bisa memakannya berkali-kali karena rasanya yang sungguh enak!!"

"Mungkin kalian juga mau yang dalam bentuk rebusan? Kita bisa menaruh banyak sayuran dan memasaknya bersama"

"""Setuju!!"""

Setelah itu, Zack terkejut saat kami turun dari kereta di perusahaan Galgan. Kami kemudian kembali ke pondok berlian dan menikmati makan malam.

Reese berkata bahwa hidangan di tempat kakaknya memang lezat, tapi menurutnya di sini adalah yang terbaik. Dia sangat senang ketika makan. Itu membuatnya lebih mirip orang biasa daripada bangsawan.

Ada berbagai masalah, tapi Lifell-hime telah diselamatkan dan kehidupan kami kembali normal, tanpa terpengaruh oleh sisi gelap kerajaan.

∆∆∆

....Itulah yang kupikirkan, tapi topik ini* ternyata belum berakhir.
[Maksudnya topik keluarga kerajaan]

Dua hari kemudian, aku berkunjung ke tempat Lifell-hime lagi.

Kali ini, dia memanggilku secara langsung bukan melalui Reese. Lifell-hime tertawa dan tersenyum ketika kami bertemu dan duduk di sofa. Ngomong-ngomong, aku harus menolak Emilia dan Reus untuk ikut ke pertemuan ini. Mereka dibiarkan berlatih sendirian di pondok berlian.

"Selamat datang, Sirius-kun. Aku minta maaf karena telah memanggilmu"

"Tidak masalah. Daripada itu, anda terlihat lebih sehat sekarang"

Berbeda dengan saat dirawat, dia kini terlihat sangat bersemangat. Wajahnya yang pucat kembali merona, tubuhnya  terbungkus gaun dalam ruangan dengan rambut tertata cantik. Dia sekarang terlihat layaknya putri yang anggun.

"Reese, maaf, tapi bisakah kau pergi dari sini sebentar? Tak perlu memasang wajah seperti itu. Aku tidak akan menyakiti Sirius-kun"

"Benarkah? Aku hanya curiga karena kau hanya mau berbicara dengan Sirius-san"

"Hanya membahas topik yang agak rumit. Tenang saja, aku takkan merebutnya darimu. Pergilah dan nikmati kue bersama Senia dan Melt"

"Kau memperlakukanku seperti anak kecil lagi! Hhmm.....jika Ane-sama memaksa, aku akan pergi. Hanya saja Sirius-san, tolong jangan dengan mudah setuju jika dia mengatakan hal yang aneh"

"Tidak apa-apa, Reese-sama. Ayo, sekarang aku akan membuat kue yang pernah diajarkan oleh Emilia, anda bisa menjadi orang yang mencicipinya"

"....Apa boleh buat kalau begitu"

"Kau sangat jujur ​​ya. Hei Melt, kau juga. Ikutlah dengan mereka"

"Aku mengerti"

Reese yang sempat menelan air liurnya, petugas Senia dan si Penjaga keluarga kerajaan pun menghilang. Hanya tersisa dua orang di kamar ini, sang putri dan aku.

Hmm, dipikir-pikir lagi ada yang lucu dari reaksi Melt. Dia begitu gampangnya mengikuti Reese keluar dan meninggalkan Lifell-hime tanpa berucap protes apapun. Tatapannya tajam seperti biasa, namun kesan permusuhan dari pertama bertemu telah benar-benar hilang.

"Pria itu biasanya memandang kami sebagai musuh, tapi sekarang dia lumayan tenang"

"Maaf tentang apa yang terjadi karena Melt beberapa hari yang lalu. Aku tidak ingin kau menganggapnya jahat. Dia hanya cemas karena memikirkan kondisi fisikku yang penyebabnya tidak diketahui bahkan ketika berbagai penyihir dan dokter datang. Itulah kenapa kata-katanya menjadi kasar. Tapi setelah aku sembuh, dia mulai bisa melaksanakan tugasnya dengan baik lagi. Melt memang diam, tapi dia sungguh menghargai hal yang kau lakukan untukku"

Apa loyalitas tingginya ditentukan dari kesetiaan terhadap pekerjaan? Terlebih lagi, Melt tampaknya seumuran dengan Lifell-hime. Firasat kecilku mengatakan bahwa pandangannya itu tidak seperti bawahan yang melihat atasan. Sebelum menjadi Penjaga Keluarga Kerajaan, mungkin mereka merupakan kenalan....teman masa kecil, atau hal semacam itu? Suatu hari nanti, aku ingin mencoba untuk lebih akrab dengannya.

Tapi, bukankah sekarang tempat ini jadi rentan terhadap pembunuhan? Tidak, dia tidak mungkin memiliki niat seperti itu. Yah, apa boleh buat jika aku mulai waspada. Di kehidupanku dulu, ini adalah hal wajar.

Padaku yang terlalu khawatir dengan hal-hal sepele, Lifell-himemulai menjelaskan dengan wajah sedikit lebih serius.

"Ada beberapa hal yang ingin kusampaikan. Pertama, aku tahu penjahat yang menanamkan Mana Stone kedalam lukaku"

Dia berbicara tentang kebenaran di balik insiden tersebut.

Dari ceritanya, pelaku yang meracuni Lifell-hime menggunakan Mana Stone adalah penyihir pria yang merawatnya saat terjatuh dari kuda. Dia adalah penyihir pribadi Pangeran Dilaff yang berada di urutan ketiga dalam kenaikan takhta.

Hanya saja, penyihir tersebut tidak tahu efek dari Mana Stone ketika terselip di dalam tubuh. 'Orang yang berada di atasnya' hanya memberitahu kalau dia bisa naik peringkat jika bisa menyembuhkan seseorang menggunakan itu. Dan tepat ketika target yang muncul adalah si putri, diapun menggunakan Mana Stone tanpa ragu.

Si pelaku memang tidak mengetahui apapun. Dia tidak mencurigai apapun dan hanya yakin kalau dirinya sedang melakukan hal baik.

Dan, yang memberinya 'Mana Stone' ini adalah....bangsawan yang bertugas di bawah pangeran Dilaff. Ternyata manastone kali ini merupakan barang yang sangat mahal karena aliran Mana khasnya. Jadi, jika seseorang melacak asal dari uang yang dipakai untuk membeli itu, dia akan sampai pada bangsawan tersebut.

"Kabar dari penyihir inipun menghilang setelah dia memasukkan manastone ke tubuhku. ketika dicari, dia ditemukan telah 'disingkirkan' oleh tangan bangsawan. Hal itu mungkin terjadi bahkan sebelum kondisi fisikku memburuk. Singkatnya, pelaku yang asli adalah si bangsawan. Sepertinya dia berharap agar Dilaff-niisan bisa naik takhta"

"Lalu, kenapa Lifell-hime yang berada di barisan pertama untuk naik tahta? Bukankah seharusnya saudara tertua anda yang lebih berhak?"

"Jika kau memiliki pemikiran bahwa perempuan tidak seharusnya berada di atas, itu memang benar. Hanya saja, sekarang merupakan waktuku untuk naik tahta. Anggaplah ini sebagai hasil dari banyaknya bangsawan Elysion yang malah menginginkan Ratu. Ngomong-ngomong, tentang si pelaku, aku sudah mengirimkan mata-mata dan menemukan segunung bukti. Sangat menarik melihat keramaian yang timbul ketika itu dilaporkan pada raja"

Kelihatannya dia sudah mendapat berbagai bukti dan memberitahukannya pada raja. Tak lama kemudian, bangsawan inipun ditangkap di kediamannya. Sekarang sedang didiskusikan apakah pelakunya akan di eksekusi, atau dibuang dari Elysion.

Dia menyelesaikan keseluruhan cerita dengan ekspresi puas di wajahnya, tapi aku masih agak bermasalah. Maksudku adalah....

"....Kenapa anda mengatakan semua ini padaku? Aku tidak ingin terlibat, jadi tak perlu mengatakan semua itu"

"Kau punya hak untuk tahu karena berkatmu, aku bisa memahami sepenuhnya situasi yang ada. Namun, itu bukan alasan utama untuk memanggil Sirius-kun"

Aku tahu kalau dia berbagi rahasia keluarga kerajaan untuk membuatku lebih berhati-hati. Aku mulai mengerti apa yang dia targetkan. Setelah mengambil napas di sela-sela perkataannya, Lifell-hime mengulurkan tangan padaku dan mengumumkannya.

"Sirius-kun, aku memanggilmu kemari untuk meminta satu hal. Maukah kau bergabung dengan faksiku setelah lulus?"

Jadi begitu ya. Aku mampu melihat manastone yang bahkan tak disadari orang lain dengan sihir asliku sendiri, dia juga mengerti kalau kemampuan Reese semakin hebat karena pengajaranku. Dilihat dari kepribadian, aku memang telah memperkirakan bahwa dia akan merekrutku, tak tak kusangka itu akan terjadi setelah hanya pertama kali bertemu. Apa karena kecerdasannya atau mungkin dia hanya nekat.

"Aku bisa mengatakan apapun yang aku mau. Tapi tidakkah ini akan diragukan karena aku masih anak-anak? Lagipula, Apa boleh merekrut rakyat jelata?"

"Kemampuanmu jelas lebih unggul meskipun berupa anak kecil. Juga, aku mengerti bahwa kau adalah orang yang lembut, itu bisa di mengerti ketika melihat Reese dan kedua petugasmu"

"....Aku hanya seperti itu didepan murid-muridku. Takkan ada belas kasihan untuk musuh"

"Itulah orang yang aku inginkan. Kebaikan tidak akan mampu melindungi tujuanku. Kekuatan mutlak diperluka. Aku ingin kau masuk ke faksi ku karena kau memahaminya"

Lifell-hime tidak melihat sosok kecilku, melainkan sosok seorang lelaki yang mampu melakukan banyak hal. Ini tidaklah buruk, tapi aku tidak punya niat untuk melayani keluarga kerajaan. Aku ingin mempelajari berbagai hal dengan berkeliling dunia.

"Ini adalah pembicaraan yang sangat terhormat bagi jelata sepertiku, tapi aku berniat melakukan perjalanan saat lulus. Lagipula, ada hal tentang Emilia dan Reus"

"Tentu saja, kau boleh mengikutsertakan keduanya. Jika mau, kau juga bisa mengambil Reese"

"Tolong jangan menyerahkan adik perempuanmu selayaknya barang bonus"

"Kurasa takkan masalah bahkan jika kau rakyat jelata. Gadis itu sepertinya kurang puas dengan keadaan disini, aku yakin Sirius-kun bisa membuatnya lebih bahagia"

"Itu juga menarik, tapi....maaf, aku harus menolak"

Lifell-hime mendesah seakan menyerah pada sikap keras kepalaku. Membawa adik perempuannya adalah sesuatu yang tak terduga, tapi setidaknya saya ingin mengkonfirmasi sesuatu darinya.

"Haahh....sangat disesalkan membiarkan orang berbakat sepertimu pergi. Aku akan menyerah kali ini, tapi maukah kau mempertimbangkannya lagi setelah berkeliling dunia?"

"Walaupun aku tidak tahu berapa tahun itu akan berlangsung?"

"Tidak masalah. Aku akan menjadi Ratu untuk negara ini dan membuat Elysion semakin besar. Tempat ini akan jadi sangat menakjubkan hingga kau yang akan datang dan meminta bergabung denganku"

Jauh dari menyerah, Lifell-hime benar-benar terbakar dengan semangat juang. Hubunganku dengannya cukuplah pendek, tapi aku bisa mengerti bahwa dirinya memiliki kekuatan untuk berdiri di puncak dan secara fleksibel menerima hal-hal baik dan buruk. Seiring berjalannya waktu, Elysion mungkin akan berkembang sejauh deklarasi barusan.

Di duniaku dulu, bekerja di balik layar adalah hal yang sering dilakukan. Namun aku tidak ingin lagi menjadi bawahan seseorang seperti kehidupanku sebelumnya. Mungkin bagus juga, tapi itu bergantung pada apa yang akan terjadi di masa depan.

Yah, ini cerita yang benar-benar panjang. Untuk sekarang, ayo buat hubungan baik dengan kakak Reese. Aku kemudian mengambil kotak kayu yang aku bawa.

"Karena terakhir kali aku datang dengan tangan kosong. Kali ini, aku membawa sesuatu"

"Aku jadi penasaran. Aku berharap sesuatu yang luar biasa"

"Setelah dua hari perut, anda sudah pulih kan? Jadi aku membuat kue"

Aku menyimpan sebuah shortcake manis di dalam kotak. Terdapat formasi lingkaran sihir untuk menjaga suhunya tetap rendah yang aku pelajari di sekolah. Karena Reese pernah membawanya beberapa kali di masa lalu, ini bukan waktu pertama Lifell-hime memakannya, tapi matanya berkilau begitu dia mengkonfirmasi penampilan kue itu.

"Kue sebesar ini....selolah mimpi saja"

"Ayo kita belah untuk bagian Senia dan Melt. Hime-sama mengatakan kalau dia menyukai shortcake, tapi bagaimana dengan cheesecake?"

"Cheesecake? Aku belum pernah mencobannya"

"Eh, Reese harusnya membawa itu kesini satu atau dua kali tapi....mungkinkah dia menghabiskannya dalam perjalanan pulang?"

Nafsu makannya terkadang tak tertandingi. Kemungkinan besar kue favoritnya adalah cheesecake. Aneh, mana mulai meluap dari Lifell-hime hanya karena mengetahui hal itu.

"Benar....sepertinya perlu berbicara dengan anak itu"

Dendam atas makanan itu menakutkan. Dan terlebih lagi pada perempuan dengan hal-hal manisnya. Aku tidak bermaksud untuk menghentikannya karena ini adalah kesalahan Reese sendiri.

Sambil menunggu waktu hitung mundur untuk Reese yang masih berlanjut....seseorang tiba-tiba masuk

"Lifell-sama! Ada masalah!"

Disaat aku memotong kue ini, Senia menerobos masuk. Kupikir tindakan barusan bukanlah hal sopan untuk seorang petugas, tanpa mengetuk pintu lalu masuk ke kamar pribadi master meskipun urusannya mendesak. Dari wajah Senia, dia terlihat tidak sabar.

Ungkapan terpesona melihat kue sampai beberapa detik yang lalu pun hilang. Lifell-hime kemudian merubah ekspresinya menjadi serius, lalu menegur Senia.

"Senia, kau lupa mengetuk pintu dan memberi salam. Tidak.....apakah ini merupakan perkara yang serius?"

"Maafkan aku. Sebenarnya ..."

Setelah meminta maaf, Senia mendekatkan mulutnya pada Lifell-hime dan mulai membisikkan sesuatu. Ketika mereka memperlakukanku seperti orang luar, aku hanya melanjutkan pemotongan kue....tapi karena rasa penasaran indra pendengaranku menajam dan mengarah ke bisikan mereka. Setelah mendengar sesuatu, aku langsung mengaktifkan {Search}"

"Apa yang kau katakan?"

"Itulah kenyataanya. Sudah bisa dipastikan bahwa dia adalah utusan karena memiliki simbol Raja"

Lifell-hime cukup terkejut hingga membuat dirinya berteriak, tapi itu bukanlah salah dengar ketika aku memeriksa hasil {Search}. Dia mulai berpikir dengan wajah pahit, tapi begitu menyadari keberadaanku, dia langsung melunakkan ekspresinya.

"Maafkan aku, Sirius-kun. Meski kau baru saja datang, karena ada hal yang perlu secepatnya kuurus, kau tidak akan keberatan jika kita mengakhiri pertemuan sampai disini kan?"

"Apa karena Reese diculik?"

Dia terdiam di kondisi itu. Lifell-hime kaget dan agak tertunda saat membalas. Pada akhirnya dia berubah serius dan menatapku.

"Ini adalah pembicaraan yang berhubungan dengan keluarga kerajaan. Tidak baik jika kau sampai menguping"

"Aku mengerti kalau gadis itu diculik, tapi apakah yang menculiknya saudara anda atau sang raja?"

Reaksi yang kuperoleh dari {Search} menunjukkan bahwa kereta yang membawa Reese sedang bergerak menuju kastil raja. Lifell-hime tidak menyangkal apapun. Sepertinya aku tidak salah kalau ini berhubungan dengan keluarga kerajaan.

"Kau takkan bisa kembal jika menelusuri ini lebih dalam, kau tahu? Walaupun diriku berada di baris pertama untuk naik takhta, masih ada batas seberapa jauh aku bisa melindungi seseorang"

"Tidak masalah. Aku memiliki hak untuk tahu karena dia adalah muridku"

"Apa itu kata-katamu sebagai rakyak jelata? Jika terus begini kau akan memusuhi keluarga kerajaan"

"Kalau itu diperlukan, maka akan kulakukan. Selama lubuk hati Reese tidak yakin, aku akan bergerak dan memusuhi siapapun"

"Apakah ini....karena kau mencintainya?"

"Mungkin sedikit berbeda. Sebagai Shishou, sebagai seorang pria, aku ingin melindungi siapapun yang bagiku penting. Jika tidak mampu melakukannya, itu berarti diriku hanyalah sampah"

Berkat kenangan dari kehidupan sebelumnya, aku bisa berlatih secara efisien dan memperoleh limpahan kekuatan hingga sekarang. Oleh karena itu, aku akan mempercayai diri sekaligus pendirianku. Aku berniat mencapai apapun yang telah ku putuskan.

Ini cara yang agak pengecut untuk dikatakan, tapi ekspresi keras Lifell-hime 'hancur' lalu beralih untuk tersenyum kecut.

"Aku sebenarnya ingin kau berkata bahwa itu adalah cinta. Tapi, begini saja sudah cukup. Aku mengerti kalau Reese merupakan orang yang penting bagimu"

"Sama halnya dengan Hime-sama, kan?"

"Tentu saja. Aku berada dalam keluarga yang isinya hanya pria ketika akhirnya seorang adik perempuan muncul. Selain itu, dia imut dan jujur. Aku sempat berpikir untuk menempatkannya didekatku sebagai dokter pribadi ketika aku menjadi seorang Ratu. Yah, begitulah alurnya sebelum bertemu denganmu"

Putri sebuah kerajaan menjulurkan lidahnya sambil sedikit bercanda. Sifat asli perempuan ini harusnya muncul saat berhubungan dengan Reese.

"Jadi, Sirius-kun aku mungkin tak bisa menolongmu, tapi aku masih bisa menjelaskan situasinya"

"….Terima kasih banyak. Tolong beritahu aku sampai ke rincianya"

"Lifell-sama, apa ini baik-baik saja?"

"Tidak masalah. Dia takkan mundur bahkan jika aku diam dan tidak mengatakan apapun. Andaikan aku berada berada di posisi yang sama, aku mungkin telah meraih kerah beberapa orang untuk setidaknya memperoleh informasi"

"Aku setuju. Aku mungkin juga akan mengejar Reese-sama"

"Ya kan? Kalau begitu, Sirius-kun, orang yang menculik Reese kali ini adalah Otou-sama.....Raja Elysion, Cardeas. Lebih tepat dikatakan bahwa raja memutuskan komando karena ada simbol kerajaan yang terpasang"

"Sepertinya ini takkan sampai menyangkut nyawa, tapi kenapa Reese diculik? Dan, apa yang dia ingin kita lakukan?"

Apa yang Reese mau? Bagiku, itu bagian yang paling penting. Aku tidak bermaksud campur tangan jika dari lubuk hati, gadis itu menginginkannya dan untuk kebahagiaannya sendiri. Tapi menilai dari ekspresi Lifell-hime, ini tidak mungkin terjadi.

"Itu hampir mustahil untuk menebak yang dipikirkan Reese. Lagi pula, alasan dia dibawa pergi adalah...."

Dia mungkin tidak ingin membicarakanya. Sementara Lifell-hime berjuang untuk memutuskan, akhirnya dia berhenti sebentar lalu menegakkan kepalanya dipenuhi tekad.

"....untuk menikahi seorang bangsawan"

∆∆∆

Bagian 3

"Apa maksudnya dengan pernikahan itu, Aniki?!"

Aku kembali ke setelah mendengar rinciannya dan memberi tahu kedua bersaudara tentang situasi Reese.

Merela terkejut saat mendengar tentang pernikahan, bahkan kemarahan Reus membuatnya memukul meja karena tidak bisa menahannya. Ekspresi Emilia juga serius, tapi dia masih bisa menenangkan diri dan Reus.

"Tenanglah, Reus. Sirius-sama belum selesai bicara"

"Ughh....maafkan aku, Aniki"

"Jangan khawatir, aku juga mengerti perasaan kalian. Kudengar, Reese dipanggil oleh Raja untuk menikahi seorang bangsawan dan sekarang berada di istana"

Saat terakhir aku mengonfirmasi keadaanya, dia berada di sebuah ruangan di lantai atas benteng. Tidak ada penjara bawah tanah di tempat seperti itu. Kupikir keamanannya masih terjamin.

Ketika aku mencoba menyelidiki lokasi Reese sekali lagi, Emilia mengangkat tangan dan mengajukan pertanyaan.

"Sirius-sama, kenapa Reese dipaksa menikah? Bahkan jika itu adalah keluarga kerajaan, aku pikir dia terlalu muda untuk menikah"

"Meskipun disebut pernikahan, lebih tepat dikatakan bahwa ini adalah upacara pertunangan. Kesepakatan bersama antara kedua keluarga untuk menentukan prospek masa depan. Usia tidak masalah karena acaranya sendiri memiliki tujuan utama untuk mengumpulkan para saudara di keluarga kerajaan"

Acara ini hampir mirip dengan upacara pernikahan karena memiliki proses yang sangat resmi. Jika dilakukan, pernikahan diputuskan dan sekitar akan mengetahuinya. Dalam kehidupanku sebelumnya, ini seperti memberi materai pada lembar pendaftaran pernikahan. Jadi, apa kau mau menikah lagi saat tumbuh dewasa? Meskipun ini adalah akal sehat dalam kehidupanku sebelumnya, ini masihlah pembicaraan yang sulit*.
[Anggap saja kalau Reese mau nikah siri. Gitu aja kok repot -_- ]

"Dan sepertinya alasan Reese terpilih adalah sebagai pengganti Lifell-hime"

Pasangannya adalah seorang bangsawan terkemuka di Elysion yang sang Raja sendiri akui keunggulannya. Tampaknya ini sebagai bentuk kontrak dari keluarga kerajaan untuk lebih memperkuat persatuan antara kedua belah pihak. Awalnya, Lifell-hime lah yang harusnya menjadi pengantin di upacara tersebut, namun rencana itu terpaksa dihentikan karena dirinya sakit. Akan tetapi, fakta tentang kondisinya malah disembunyikan dan Reese dibawa untuk menggantikannya oleh keputusan Raja.

Dia dipaksa untuk melakukannya, tetap saja Reese lah yang menanggung bebannya!....setelah mengatakan itu, Lifell-hime bersiap pergi keluar diiringi kemarahan. Mungkin sekarang dia sudah berangkat ke istana dan menanyakan Raja.

"(Aku pasti akan mencegah ini. Jadi tunggulah kembalinya Reese, Sirius-kun)"

Dia telah mengatakan berbagai hal, tapi sepertinya perempuan ini memang tidak ingin melibatkanku dalam kemelut keluarga kerajaan. Karena ingin mengetahui sebenarnya dari maksud 'terpilihnya' Reese, dia memintaku untuk bertahan dan menunggu sambil menundukkan kepala....akupun hanya bisa menerimanya.

Ketika penjelasanku selesai, kedua bersaudara menghadapkan wajah agak bingung padaku. Kelihatannya perasaan mereka telah menjadi tenang.

"Kurasa tidak apa-apa jika Lifell-sama mengatakannya secara pribadi, tapi...."

"....Bagaimana kalau dia tidak bisa menghentikannya, Aniki?"

Aku juga khawatir tentang hal yang sama.

Firasatku berkata bahwa upacara ini sangat mencurigakan. Acaranya sendiri memiliki jadwal yang mendesak, yaitu besok malam. Persoalan tentang Reese yang merupakan anak haram juga akan disembunyikan sampai waktu upacara tiba. Aku bisa merasakan kalau sesuatu yang hebat telah terstruktur, jadi kemungkinan untuk menghentikan ini cukup lah rendah.

Tapi....lebih jauh lagi, ini tentang Reese. Dia dipanggil oleh sang raja dan terpilih untuk menggantikan kakaknya. Jika menolak, Lifell-hime yang akan melakukan peran itu. Kurasa dia terdesak karena tidak punya pilihan lain.

"....Aku butuh persiapan"

Yang akan aku lakukan bukan untuk menyelamatkan Reese, melainkan untuk mengetahui 'maksud sebenarnya'.

Aku akan bersiap malam ini dan menyusup ke benteng. Pertama, bertanya pada Reese mungkin lebih sulit dari yang di perkirakan. Bisa saja dia bersikap keras kepala sampai hari yang ditentukan tiba sambil menyembunyikan niat sebenarnya*. Oleh karenanya, waktu 'itu' akan menjadi waktu yang tepat untuk menyusup dimana mentalnya berada di tingkat yang paling rapuh. Tak ada jalan lain.
[Contohnya : alasan sesungguhnya Reese menyetujui keputusan ayahnya]

Namun....Jika dia memang menolak upacara ini....

"Aniki....kalau begitu!"

"Seperti yang diharapkan dari Sirius-sama!"

"Yah, aku akan menyusup tepat saat upacara berlangsung. Untuk memastikan ini, aku akan bertanya kepada kalian. Apa kalian siap untuk memusuhi keluarga kerajaan?"

"Sesulit apapun itu, ayo lakukan! Bahkan jika lawannya adalah Raja, aku akan memihak Reese"

"Tempat terbaik Reese-ane adalah di samping Aniki!!"

Ungkapan keduanya dipenuhi tekad kuat. Akupun mengangguk puas ketika sadar bahwa tirai malam telah jatuh dan menggelapkan bumi. Tujuan sekarang adalah perusahaan Galgan. Kami harus bersiap menghadapi hari esok.

"Haruskah aku....bertindak agak keras besok?"

Di perjalanan, kedua bersaudara mengangguk dengan senyum lebar pada gumamanku.

∆∆∆Chapter 40 berakhir disini∆∆∆

>Catatan Penulis : Hanya sedikit orang yang mengetahuinya, tapi aku sempat satu kali mengganti chapter yang asli dengan yang ini beberapa jam sebelum diposting. Aku memutuskan untuk mengubah chapter karena yang sebelumnya terkesan buruk.

Judul sebelumnya adalah 'Pemberontakan pada Keluarga Kerajaan'. Setelah Lifell menceritakan tentang Manastone, Melt akan masuk ke ruang pribadinya bersama Gregory dan menyandera Reese. Leher gadis itu akan di pasangi kerah perbudakan, yg kemudian akan dibebaskan oleh Sirius. Terakhir, jalan cerita pun beralih untuk membahas tentang perbudakan.

Jika kau memahami hal-hal yg ada di cerita itu, kau akan mengerti. Sungguh menyedihkan andai seorang yg pernah menjadi agen terkuat didunia memiliki perilaku terlampau aneh tanpa dikemas dengan baik. Penulis ini memang tidak berguna, sangat menghawatirkan, banyak bagian dari chapter pun dihapus karena terlalu buruk dan ditulis ulang.

Ada berbagai poin bagus dari chapter yang asli, namun penjelasannya sangatlah kurang. Kupikir, itu wajar sebagai hasil dari percobaan pertama dari seorang pemula. Yah, walaupun aku sudah lupa seperti apa percobaan pertamaku ku dulu.

Karena ada ide cerita lain yang bisa digunakan, akupun berencana menjadikannya alasan untuk mengingatkan diri tentang kenapa aku membuat konten semacam itu.

Dan untuk perubahannya....Chapter yang asli telah di tulis ulang, kekacauan itupun diubah dalam bentuk ide cerita lain.

Sudah muncul banyak jadwal untuk Update novel ini. Jadi aku akan senang jika kau mengeceknya nanti.



>Catatan Penerjemah : ....Aku benci cerita yg terlalu banyak politiknya. Entah kenapa aku sampai mengingat novel Hachinan tte walaupun tahu Arc ini tidak separah itu. Untuk bisa menerjemahkan tentang politik, aku harus benar2 memahami seluk beluknya -_- dan itulah bagian yg menyebalkan. Karena saking puyengnya, kalian bisa menyebut chapter ini sebagai Kurang sempurna....aku tidak yakin apa yg kuterjemahkan benar atau tidak. Aku hanya berharap kalian bisa paham intinya. Btw catatan penulis diatas agak mengejutkan. Aku jadi ingin membaca versi chapter yg dulu. Seberapa parahnya tingkah laku Sirius disana....

Ke Halaman utama World Teacher
Ke Chapter selanjutnya

Comments

  1. chapter pertamanya mungkin 'Sirius gore type'. :v

    ReplyDelete
  2. Ane bener kaget liat catatan penulusnya ,habis disandra di kasih kalung perbudakan ,aku ingin tau reaksi sirius setelah liat itu

    ReplyDelete
  3. Dan akhirnya "bikin penasaran" lagi...

    😬😬😬😬😬

    ReplyDelete
  4. Langsung ke saklar 3 pasti sirius buat bantai gregory

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kusoge Online (BETA) Bahasa Indonesia

108 Maidens chap 14 B. Indonesia